BPS Aceh Utara Resmikan Program Desa Cantik Gampong Dayah Teungku di Lhoksukon

Penulis: Fauzi Lubis  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 02:20:07 WIB
BPS Aceh Utara meresmikan Program Desa Cantik di Gampong Dayah Teungku, Lhoksukon.

ACEH UTARA - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Utara bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melaksanakan penandatanganan pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dipusatkan di Gampong Dayah Teungku, Kecamatan Syamtalira Aron. Acara peresmian tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati, Landing, Kecamatan Lhoksukon, yang dihadiri oleh jajaran perangkat daerah serta aparatur desa setempat.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan Statistik Terpadu dan sosialisasi awal Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Program Desa Cantik menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan berpijak pada basis data yang valid dari level terbawah, yakni gampong.

Penguatan Literasi Statistik di Tingkat Gampong

Kepala BPS Aceh Utara, Armelia Amri, menjelaskan bahwa penunjukan Gampong Dayah Teungku sebagai lokasi Desa Cantik merupakan bagian dari komitmen BPS dalam meningkatkan kapasitas aparatur desa. Melalui program ini, desa diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek pendataan, tetapi mampu menjadi subjek yang mengelola data secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui Desa Cantik, kami ingin mendorong desa agar mampu menghasilkan data berkualitas yang menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Armelia dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026). Menurutnya, literasi statistik di tingkat desa adalah fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan, termasuk dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi atau krisis global.

Armelia menekankan bahwa data yang dikelola dengan baik oleh desa akan memudahkan pemerintah dalam memetakan potensi serta kebutuhan riil warga. Dengan sistem data yang kuat dari tingkat desa, fondasi pembangunan daerah yang inklusif dapat terbangun secara bertahap namun pasti, dimulai dari Gampong Dayah Teungku sebagai motor penggerak awal.

Transparansi Melalui Forum Konsultasi Publik

Selain peluncuran program desa, BPS Aceh Utara juga memanfaatkan momentum ini untuk menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP). Forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara BPS dengan para pemangku kepentingan guna mengevaluasi dan meningkatkan standar pelayanan statistik. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa layanan data yang diberikan kepada masyarakat memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas.

“Forum ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan statistik yang lebih transparan dan akuntabel. Kami ingin membangun sistem data yang kuat sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tambah Armelia. Kehadiran FKP juga menjadi sarana bagi BPS untuk menyosialisasikan persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan menjadi agenda besar nasional dalam memotret struktur ekonomi Indonesia secara menyeluruh.

Sosialisasi SE2026 di tingkat kabupaten menjadi krusial agar masyarakat dan pelaku usaha di Aceh Utara memahami pentingnya memberikan data yang jujur dan akurat. Data hasil sensus tersebut nantinya akan digunakan pemerintah untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif BPS ini. Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, melalui Asisten III Setdakab Aceh Utara, Dayan Albar, menyatakan bahwa kehadiran Desa Cantik di Gampong Dayah Teungku harus menjadi momentum perubahan bagi tata kelola data di seluruh wilayah Aceh Utara, khususnya di Kecamatan Syamtalira Aron.

“Kami ingin seluruh gampong mampu menyajikan data yang valid dan terintegrasi, sehingga perencanaan pembangunan semakin tepat sasaran. Untuk itu, kami mengajak aparatur desa untuk berperan aktif dalam menyukseskan program Desa Cantik,” kata Dayan Albar saat membacakan sambutan tertulis Bupati. Ia berharap Dayah Teungku dapat menjadi contoh bagi gampong-gampong lain dalam hal tertib administrasi data statistik.

Dayan juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran perangkat gampong untuk mendukung penuh pelaksanaan SE2026 mendatang. Kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan BPS dianggap sebagai kunci utama dalam menghasilkan data yang akurat guna memajukan daerah. Dengan data yang sinkron antara desa dan kabupaten, efektivitas program bantuan sosial hingga pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkat secara signifikan di masa mendatang.

Reporter: Fauzi Lubis
Back to top