Kementerian PU Buka Kembali Ruas Pameu-Geumpang Aceh dan Siapkan Proteksi Lereng

Penulis: Khairul Basri  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 11:55:05 WIB
Jalan Nasional Pameu-Geumpang di Aceh telah dibuka kembali setelah longsor.

ACEH TENGAH - Akses lalu lintas yang menghubungkan ruas Jalan Nasional Pameu di Kabupaten Aceh Tengah menuju Geumpang di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, kini telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur vital ini sebelumnya sempat terputus total akibat bencana tanah longsor yang menutup badan jalan sejak pertengahan April lalu.

Bencana longsor tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (22/4) menyusul intensitas curah hujan yang sangat tinggi di wilayah pegunungan tersebut. Titik longsoran terdeteksi berada pada STA 36+600 hingga STA 37+000, dengan material berupa tanah, batuan berukuran besar, serta vegetasi hutan yang menimbun badan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter.

Percepatan Evakuasi Material dan Pengerahan Alat Berat

Merespons kejadian tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung bergerak melakukan penanganan darurat di lapangan. Tim reaksi cepat dikerahkan untuk melakukan pembersihan material guna memastikan jalur transportasi utama di wilayah tengah Aceh ini tidak terisolasi terlalu lama.

Dalam proses evakuasi, BPJN Aceh menyiagakan sejumlah alat berat di lokasi kejadian, yang meliputi 1 unit bulldozer, 3 unit excavator, 1 unit breaker untuk menghancurkan batuan besar, serta 3 unit dump truck. Upaya pembersihan ini dilakukan secara intensif dengan melibatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari penyedia jasa, aparat keamanan, hingga bantuan dari masyarakat setempat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa prioritas utama kementerian adalah memulihkan fungsi jalan secepat mungkin dengan tetap mengedepankan aspek keamanan. Menurutnya, penanganan di lapangan terus dioptimalkan agar konektivitas antarwilayah di Serambi Mekkah dapat kembali pulih sepenuhnya dalam waktu singkat.

“Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada evakuasi material, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi utama dapat segera kembali berfungsi. Saat ini jalan sudah bisa dilalui roda empat secara terbatas, dan kami terus upayakan agar dapat segera normal kembali dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya.

Rencana Pembangunan Proteksi Lereng Permanen

Meski jalur sudah terbuka, pemerintah tidak hanya berhenti pada penanganan darurat. Kementerian PU telah menyusun langkah penanganan permanen untuk mengantisipasi potensi longsor susulan di masa mendatang. Hal ini mengingat topografi wilayah Pameu–Geumpang yang memiliki lereng cukup curam dan rawan terhadap pergerakan tanah saat cuaca ekstrem.

Plt Kepala BPJN Aceh, Yusrizal Kurniawan, menjelaskan bahwa penanganan permanen ini akan diintegrasikan ke dalam paket pekerjaan pembangunan Jalan Geumpang–Pameu yang saat ini memang sedang berjalan. Fokus utama dari program ini adalah penguatan struktur tebing di sepanjang titik-titik rawan bencana.

“BPJN Aceh akan segera membuat desain penanganan yang tepat dan komprehensif, sehingga jalan lintas tengah dapat seterusnya aman dilalui untuk jalur logistik barang maupun hasil pertanian. Jalur ini juga berfungsi sebagai jalan alternatif bagi lintas barat dan timur Provinsi Aceh apabila terjadi gangguan atau bencana di jalur utama lainnya,” kata Yusrizal.

Rencana proteksi lereng permanen ini diharapkan dapat meningkatkan standar keamanan bagi para pengguna jalan. Dengan adanya penguatan struktur lereng, risiko penutupan jalan akibat material longsor yang menimbun badan jalan diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan, sehingga arus transportasi menjadi lebih stabil.

Peran Strategis Jalur Pameu-Geumpang bagi Ekonomi Daerah

Ruas jalan Geumpang–Pameu memiliki peran yang sangat strategis bagi denyut ekonomi masyarakat di Kabupaten Pidie dan Aceh Tengah. Jalur ini merupakan urat nadi utama bagi distribusi logistik serta pengangkutan hasil perkebunan masyarakat setempat. Selama jalan terputus, arus barang sempat terhambat yang berdampak pada biaya distribusi di wilayah tersebut.

Keberadaan jalur ini juga menjadi solusi krusial sebagai jalur alternatif jika lintas timur atau lintas barat Aceh mengalami kendala. Dengan terbukanya kembali akses ini, diharapkan aktivitas ekonomi warga, khususnya para petani dan pedagang hasil bumi, dapat kembali berjalan normal tanpa harus memutar jalur yang lebih jauh.

Pemerintah tetap memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut. Mengingat cuaca yang masih fluktuatif, potensi longsor susulan tetap perlu diwaspadai, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi di wilayah pegunungan.

Kementerian PU meminta pengendara untuk selalu mematuhi rambu peringatan dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan. Pengawasan rutin akan terus dilakukan oleh pihak BPJN Aceh guna memastikan kondisi jalan tetap layak dan aman untuk dilalui kendaraan, sembari menunggu penyelesaian proyek penanganan permanen rampung dilakukan.

Reporter: Khairul Basri
Back to top