PLN–ITB Latih Desa Kelola Biomassa Jadi Produsen Energi Mandiri

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 18:55:05 WIB
Peserta pelatihan PLN dan ITB belajar mengelola biomassa sebagai sumber energi mandiri di tingkat desa.

Seluruh Indonesia – Transisi energi di Indonesia kini merambah ke tingkat komunitas desa. Langkah strategis ini ditunjukkan melalui pelatihan pengelolaan biomassa yang diselenggarakan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN (Persero) di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 28–30 April 2026. Pelatihan ini dirancang bukan sekadar transfer ilmu teknis, melainkan membangun ekosistem energi yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan.

Dari Limbah Menjadi Aset Energi

Sebanyak 15 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Lombok Timur hingga Gunung Kidul, mengikuti program tersebut. Kesamaan yang mereka bawa adalah potensi limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam ruang pelatihan, peserta tidak hanya mempelajari teori dasar, melainkan praktik langsung dari identifikasi potensi biomassa hingga produksi dan strategi bisnis yang berorientasi pasar.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menekankan bahwa program ini bukan sekadar inisiatif sosial konvensional. "Melalui program TJSL ini, kami mendorong masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai bagian dari rantai pasok energi biomassa. Ini merupakan implementasi nyata ESG, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan aspek lingkungan," ujarnya. Menurut Mamit, biomassa kini menjadi elemen penting dalam strategi energi PLN, terutama melalui skema co-firing di pembangkit listrik tenaga yang menggantikan sebagian penggunaan batubara tanpa memerlukan pembangunan fasilitas baru.

Peluang Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas

Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan, melihat peluang signifikan dalam pemanfaatan limbah yang selama ini terabaikan. Limbah pertanian dan perkebunan dapat diubah menjadi energi, memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Langkah ini menunjukkan bagaimana PLN Group merancang transisi energi yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga inklusif bagi komunitas lokal.

Pelatihan ini juga melibatkan para ahli dari BRIN Puspitek Serpong dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI), memastikan peserta memperoleh pemahaman menyeluruh dari aspek hulu hingga hilir. Pendekatan multi-stakeholder ini membedakan program ini dari inisiatif energi terbarukan yang lebih bersifat top-down.

Biomassa dalam Strategi Mitigasi Iklim Jangka Panjang

Dari perspektif akademik, Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Dr. Ing. Zulfiadi, S.T., M.T., menggarisbawahi peran biomassa sebagai solusi mitigasi perubahan iklim. "Biomassa memungkinkan siklus karbon yang lebih cepat dan terkontrol, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim," jelasnya. Zulfiadi juga menyoroti transformasi ekonomi yang dapat lahir dari pengembangan biomassa berbasis komunitas, mengubah daerah dari sekadar konsumen energi menjadi produsen energi yang mendukung kebutuhan nasional.

Dampak nyata sudah dirasakan peserta. Rismayadi dari Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur mengungkapkan optimismenya bahwa pelatihan ini membuka peluang untuk memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan secara optimal menjadi sumber energi bernilai, sekaligus meningkatkan perekonomian kelompok tani di Desa Bojongkapol, Tasikmalaya.

Inisiatif ini mencerminkan perubahan paradigma dalam memandang energi: desa bukan lagi objek pembangunan pasif, melainkan mitra strategis dalam transisi energi nasional. Di tengah target pengurangan emisi dan dorongan energi terbarukan dalam RUPTL 2025–2034, langkah kolaboratif ini menjadi fondasi penting bagi masa depan energi yang tidak hanya didorong teknologi, tetapi juga pemberdayaan dan kolaborasi masyarakat.

Reporter: Redaksi
Back to top