Disperindag Aceh Tutup Operasi Pasar Murah di Enam Kabupaten

Penulis: Khairul Basri  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:20:06 WIB
Disperindag Aceh resmi menutup operasi pasar murah di enam kabupaten pada 29 April 2026.

Aceh Utara — Disperindag Aceh menutup operasi pasar murah yang berjalan sejak 27 April 2026 dengan penutupan resmi di Aceh Utara pada Rabu (29/4). Kegiatan ini mencakup enam kabupaten dan bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional. Program pemerintah ini dirancang untuk mengendalikan inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui akses pangan terjangkau.

Hadirnya Marlina, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh, menandai komitmen pemerintah daerah pada integrasi ketahanan pangan dengan kesehatan keluarga. Operasi pasar murah tidak hanya fokus stabilitas harga, tetapi juga upaya peningkatan pemenuhan gizi anak-anak di seluruh provinsi.

Harga Subsidi Jauh di Bawah Pasaran

Dalam operasi pasar murah tersebut, Disperindag Aceh menyediakan kebutuhan pokok dengan harga signifikan lebih rendah dari pasaran. Beras premium dijual Rp110.000 per 10 kilogram, minyak goreng Rp32.000 per 2 liter, gula pasir Rp28.000 per 2 kilogram, dan telur ayam Rp42.000 per papan.

Perbedaan harga ini dinilai efektif membantu warga mempertahankan daya beli di tengah fluktuasi harga yang terjadi akibat dampak bencana di beberapa wilayah Aceh. Masyarakat merespons program dengan antusiasme tinggi, mengambil kesempatan membeli kebutuhan sehari-hari dengan beban finansial lebih ringan.

Pesan Belanja Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan

Marlina menekankan bahwa akses pangan terjangkau merupakan fondasi utama pembangunan keluarga dan daerah yang berkelanjutan. "Kesehatan keluarga, terutama kecukupan gizi anak-anak, sangat bergantung pada kemudahan akses terhadap bahan pangan yang sehat dan terjangkau. Operasi pasar ini adalah langkah nyata agar dapur warga tetap ngebul dan gizi anak-anak Aceh tetap terpenuhi di tengah tantangan ekonomi," ujarnya.

Seiring pesan resmi yang dipampang di lokasi kegiatan, Marlina juga mengingatkan masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan. Imbauan ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga keberlanjutan program dan alokasi stok yang merata ke seluruh wilayah.

Komitmen Pemantauan Berkelanjutan

T Adi Darma, Kadisperindag Aceh, menyatakan komitmen institusinya untuk terus memantau stok dan stabilitas harga secara berkelanjutan. "Disperindag Aceh berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan stok dan harga secara berkelanjutan demi memastikan ketahanan ekonomi warga di seluruh wilayah Aceh tetap terjaga," ujarnya.

Penutupan operasi pasar murah di Aceh Utara yang bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional menjadi simbol keterkaitan strategis antara ketahanan pangan, kesehatan keluarga, dan stabilitas ekonomi daerah. Pemerintah Aceh menandai program ini sebagai instrumen penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Reporter: Khairul Basri
Back to top