BANDA ACEH — Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Aceh, Kombes Pol. Ricky Purnama Kertapati, sukses menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Syiah Kuala (USK). Sidang promosi doktor tersebut berlangsung di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Banda Aceh.
Sidang yang digelar pada Rabu (29/4/2026) pagi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Mirza Tabrani mewakili Rektor USK. Prestasi ini menandai komitmen perwira menengah Polri tersebut dalam mendalami manajemen sumber daya manusia di level akademik tertinggi guna mendukung transformasi kepolisian.
Sidang dimulai pukul 08.30 WIB dengan menghadirkan tim penguji lintas disiplin ilmu manajemen. Kombes Pol. Ricky mempertahankan disertasinya di hadapan para promotor dan penguji senior USK. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat pimpinan sidang membacakan hasil kelulusan yang memuaskan.
Tim penguji terdiri dari pakar ternama seperti Prof. Dr. Ir. Agussabti selaku ketua sidang dan Dr. Darwanis sebagai sekretaris. Selain itu, hadir pula Prof. Dr. Said Musnadi sebagai promotor utama didampingi dua co-promotor, yakni Prof. Dr. Mahdani dan Dr. T. Meldi Kesuma.
Penguji lainnya yang terlibat dalam prosesi ini adalah Prof. Dr. Muslim dan Prof. Dr. Hafasnuddin dari internal USK. Sementara itu, Prof. Dr. R. Andi Sularso bertindak sebagai penguji dari luar institusi untuk memastikan kualitas riset yang dihasilkan.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menyebut keberhasilan ini sebagai prestasi membanggakan bagi institusi. Menurutnya, ilmu manajemen yang didalami Karo SDM akan berdampak langsung pada tata kelola personel di daerah hukum Polda Aceh.
“Keberhasilan akademik ini menjadi prestasi luar biasa sekaligus aset berharga bagi Polda Aceh dalam mendukung agenda reformasi Polri, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional, unggul, dan berintegritas,” ujar Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, Kamis (30/4/2026).
Institusi berharap gelar ini memperkuat transformasi Polri menuju organisasi yang lebih adaptif. Peningkatan kapasitas intelektual pejabat utama dianggap krusial dalam menghadapi tantangan keamanan dan pelayanan publik yang kian kompleks di masa depan.
Apresiasi juga datang dari kalangan praktisi sekaligus akademisi, Dr. Junaidi, yang menyoroti semangat belajar Kombes Pol. Ricky. Meski memiliki jadwal padat sebagai pejabat utama di lingkungan Polda Aceh, ia mampu menuntaskan pendidikan strata tiga tersebut.
Selama menempuh pendidikan, Ricky dinilai menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengintegrasikan teori manajemen dengan praktik di lapangan. Hal ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kebijakan internal Polri, terutama pada aspek pengembangan karier dan kesejahteraan personel.
Tim promotor dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan ucapan selamat. Mereka berharap hasil penelitian doktoral ini dapat dipublikasikan secara luas agar bermanfaat bagi pengembangan ilmu manajemen di Indonesia, khususnya dalam konteks organisasi pemerintahan dan keamanan.
Gelar doktor ini diharapkan tidak sekadar menjadi pencapaian pribadi, melainkan instrumen untuk menciptakan sistem manajemen SDM yang lebih inovatif. Implementasi ilmu manajemen modern sangat dibutuhkan untuk menjawab dinamika sosial di Aceh yang memerlukan pendekatan humanis sekaligus profesional.
“Dengan diraihnya gelar doktor ini, diharapkan Kombes Pol. Ricky Purnama Kertapati dapat semakin berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia Polri yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman, sejalan dengan semangat transformasi menuju Polri yang Presisi,” pungkas Joko.
Keberhasilan ini menambah daftar panjang pejabat Polri di Aceh yang memiliki kualifikasi akademik tertinggi. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pengembangan kapasitas personel tetap menjadi prioritas di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.