Regulasi MotoGP 2027 Pangkas Kapasitas Mesin dan Hapus Ride Height Device

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:38:01 WIB
Regulasi MotoGP 2027 resmi turunkan kapasitas mesin menjadi 850cc dan hapus perangkat ride height device.

Dorna Sports resmi menetapkan regulasi teknis MotoGP 2027 dengan menurunkan kapasitas mesin menjadi 850cc dan melarang penggunaan perangkat pengatur ketinggian motor. Perubahan radikal ini diprediksi membuat catatan waktu putaran melorot hingga dua detik dibandingkan era motor 1000cc saat ini.

Era baru MotoGP akan segera dimulai pada 2027 dengan perombakan regulasi teknis yang cukup signifikan. Otoritas balap motor paling bergengsi di dunia ini memutuskan untuk memangkas kapasitas mesin dari 1000cc menjadi 850cc. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengendalikan kecepatan motor yang kian hari dianggap melampaui batas keamanan sirkuit-sirkuit modern.

Selain penurunan kubikasi mesin, terdapat sejumlah poin krusial dalam aturan baru tersebut. Komponen aerodinamis akan diperkecil ukurannya, penggunaan ban beralih ke pemasok baru yakni Pirelli, dan yang paling krusial adalah pelarangan total perangkat pengatur ketinggian motor atau ride height device (RHD). Kombinasi perubahan ini diperkirakan bakal memangkas kecepatan motor secara drastis di lintasan.

Larangan Ride Height Device Jadi Pukulan Terberat

Meski kapasitas mesin berkurang 150cc, banyak pihak meyakini bahwa aktor utama di balik melambatnya lap time bukanlah mesin, melainkan hilangnya ride height device. Alat ini selama ini berfungsi menurunkan bagian belakang motor saat keluar tikungan untuk menekan gejala wheelie atau ban depan terangkat. Tanpa bantuan alat ini, pembalap tidak bisa lagi sembarangan membuka gas secara penuh.

Data internal dari Francesco Bagnaia menunjukkan betapa dominannya peran teknologi pada motor saat ini. Pembalap Ducati tersebut menghabiskan sekitar 30 persen durasi satu putaran dalam kondisi gas pol atau full throttle. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan era GP500 yang masih murni mengandalkan kontrol tangan pembalap. Tanpa RHD, durasi akselerasi maksimal dipastikan berkurang tajam karena motor akan lebih sulit dikendalikan saat keluar tikungan.

Mesin 850cc Lebih Lincah di Tikungan

Penurunan tenaga mesin akibat pemangkasan 150cc memang tidak terelakkan. Namun, motor dengan mesin 850cc diprediksi memiliki bobot komponen bergerak yang lebih ringan. Hal ini akan mengurangi momen inersia, sehingga motor menjadi jauh lebih gesit dan lincah saat melahap tikungan. Kecepatan di tengah tikungan (cornering speed) kemungkinan besar akan meningkat, meski tetap tidak cukup untuk menutupi kehilangan waktu akibat absennya RHD dan pengurangan efek aerodinamika.

Kondisi ini serupa dengan transisi mesin 990cc ke 800cc yang pernah terjadi pada masa lalu. Kala itu, motor menjadi sangat kencang di tikungan namun kehilangan tenaga di lintasan lurus. Bedanya, kali ini regulasi juga menyasar pengurangan downforce dari sayap-sayap aerodinamis, sehingga stabilitas motor saat pengereman dan akselerasi akan kembali menjadi tantangan fisik bagi para pembalap.

Faktor Ban Pirelli dan Hiburan untuk Penonton

Perubahan lain yang patut disoroti adalah transisi ke ban Pirelli. Karakter ban asal Italia ini dikenal lebih keras dan memiliki daya cengkeram yang sangat bergantung pada beban yang diterima, mirip dengan karakteristik ban Bridgestone di masa lampau. Jika keausan ban menjadi lebih dinamis sepanjang balapan, hal ini justru bisa menjadi bumbu menarik bagi jalannya kompetisi.

Secara keseluruhan, MotoGP 2027 berupaya mengembalikan kendali motor ke tangan manusia ketimbang dominasi elektronik dan perangkat mekanis otomatis. Bagi penonton layar kaca, penurunan kecepatan dua detik per lap mungkin tidak akan terlihat secara kasat mata. Namun, potensi kembalinya aksi duel jarak dekat, aksi saling sikut, dan manuver menyalip yang lebih berisiko karena faktor kesalahan manusia akan menjadi daya tarik utama yang dinantikan para penggemar balap di seluruh dunia.

Reporter: Irwansyah Hakim
Back to top