JANTHO — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan perluasan program Beut Kitab Bak Sikula akan menjangkau seluruh sekolah negeri pada Juni 2026. Langkah ini menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam kurikulum pendidikan formal secara terukur.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, menjelaskan bahwa perluasan ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur sekolah dan ketersediaan tenaga pengajar. Targetnya, pada tahun ajaran baru 2026/2027, program tersebut sudah terlaksana secara merata di wilayah Aceh Besar.
“InsyaAllah mulai tahun ajaran baru 2026/2027 pada bulan Juni nanti, program ini akan diperluas lagi agar dapat diterapkan secara merata di seluruh sekolah negeri di Aceh Besar,” ujar Rahmawati baru-baru ini.
Program yang digagas oleh Bupati Aceh Besar Muharram Idris bersama Wakil Bupati Syukri A Jalil ini tidak hanya mengejar aspek akademik. Fokus utama terletak pada penguatan akhlak dan pembentukan karakter siswa sejak dini guna menghadapi perubahan sosial dan tantangan teknologi yang masif.
Saat ini, implementasi program telah berjalan bagi peserta didik mulai dari kelas IV Sekolah Dasar (SD) hingga kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemerintah daerah telah menyusun regulasi khusus dan melakukan proses seleksi ketat untuk memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar pendidikan karakter yang diinginkan.
“Bupati Aceh Besar bersama Wakil Bupati telah menata struktur program Beut Kitab Bak Sikula ini secara bertahap dan terukur. Mulai dari penyusunan regulasi, proses seleksi, hingga implementasi di sekolah dilakukan dengan pendekatan yang terstruktur,” kata Rahmawati menjelaskan.
Disdikbud Aceh Besar berkomitmen melakukan pengawasan langsung di lapangan guna melihat dampak positif program terhadap perilaku siswa. Evaluasi berkala akan menjadi acuan untuk memperbaiki metode pengajaran dan efektivitas pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Sejauh ini, pelaksanaan di tingkat SD dan SMP diarahkan untuk memperkokoh identitas keislaman di lingkungan sekolah. Rahmawati menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan sekolah dan dukungan tenaga pendidik dalam mengawal nilai-nilai agama di tengah siswa.
Penerapan Beut Kitab Bak Sikula diharapkan menjadi fondasi kuat bagi generasi muda di Aceh Besar dalam menjaga nilai-nilai religi di tengah perkembangan zaman yang terus berubah cepat.