LHOKSEUMAWE — Universitas Malikussaleh (Unimal) menyatakan siap membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di lingkungan kampus. Rencana itu disampaikan Rektor Unimal Prof. Herman Fithra pada Rabu, 6 Mei 2026, dan telah dilaporkan ke Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Bryan Yuliarto.
Menurut Herman, SPPG Unimal akan mengelola ekosistem dari hulu ke hilir secara mandiri. Kampus akan memanfaatkan kebun dan peternakan sendiri, lalu melibatkan tenaga ahli gizi serta mahasiswa dari program studi terkait.
"Kami akan menyelenggarakan ekosistem yang dari hulu ke hilir yang berputar di internal universitas," kata Herman dalam keterangannya kepada Kompas.com.
Rektor menambahkan, keberadaan dapur MBG ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi pelajar di sekitar Lhokseumawe. Lebih dari itu, SPPG akan difungsikan sebagai laboratorium terpadu bagi Program Studi Pertanian, Peternakan, Gizi, dan Manajemen.
Dengan status Unimal sebagai Badan Layanan Umum (BLU), universitas memiliki kewenangan mencari pendapatan dari bisnis yang dikelola tanpa membebani masyarakat. Prinsipnya, kata Herman, tetap pada efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.
Di tengah optimisme rektorat, penolakan justru muncul dari dunia maya. Sebuah akun yang mengatasnamakan Komite Independen Kampus menyuarakan sikap keras terhadap rencana tersebut.
Mereka menilai kampus tidak dilahirkan untuk menjadi pabrik program negara atau dapur kekuasaan. Mahasiswa, menurut kelompok ini, bukan buruh politik yang bertugas merawat citra penguasa.
"Ketika kampus mulai sibuk mengurus proyek, maka ada yang sedang dikorbankan: nalar kritis, kebebasan akademik, dan keberanian untuk mengoreksi negara," tulis Komite Independen Kampus.
Mereka menolak MBG masuk ke Unimal dengan alasan Tridarma Perguruan Tinggi bukan alat propaganda. Universitas, tegas mereka, harus berdiri sebagai ruang ilmu pengetahuan yang bebas, kritis, dan independen.
Sikap Komite Independen Kampus itu mendapat beragam komentar dari netizen. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat Unimal mengenai tuntutan kelompok tersebut.
Belum diketahui apakah rencana pembukaan dapur MBG akan tetap berjalan atau ditunda menyusul adanya gelombang penolakan dari sebagian civitas akademika.