ACEH — Kenaikan harga emas Antam terjadi seiring penguatan harga emas global yang terus mendekati level psikologis US$ 2.400 per troy ons. Logam mulia menjadi aset safe haven yang paling diincar investor di tengah ketidakpastian arah suku bunga global dan eskalasi konflik geopolitik.
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga ikut naik signifikan. Untuk perdagangan hari ini, Antam mematok harga buyback di Rp 2,678 juta per gram, naik Rp 14.000 dari perdagangan sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali mencapai Rp 181.000 per gram. Angka ini mencerminkan margin yang harus diperhitungkan investor jika berencana menjual emas batangan dalam jangka pendek.
Antam juga membanderol emas batangan dalam berbagai ukuran yang lebih kecil. Berikut rincian harga untuk pecahan yang paling banyak dicari investor ritel:
Pergerakan harga emas Antam tak lepas dari reli harga emas dunia. Pada perdagangan Senin waktu New York, harga emas spot ditutup menguat 1,1% didorong pelemahan dolar AS dan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga acuan pada September 2025.
Selain itu, permintaan fisik emas dari bank sentral berbagai negara juga masih tinggi. Data World Gold Council menunjukkan pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 290 ton pada kuartal I 2025, naik 12% secara tahunan.
Bagi investor yang sudah memiliki emas, posisi saat ini bisa dimanfaatkan untuk mengambil untung sebagian (partial profit taking). Namun bagi yang baru akan masuk, analis menyarankan strategi pembelian bertahap (dollar cost averaging) untuk mengantisipasi potensi koreksi teknikal.
Investasi emas mengandung risiko fluktuasi harga. Keputusan pembelian sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.