LHOKSEUMAWE — Ratusan calon jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 11 Gelombang II mengikuti prosesi peusijuek di Masjid Agung Islamic Centre, Kecamatan Banda Sakti, Senin pagi. Acara adat pelepasan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Lhokseumawe Ahzan, Wali Kota Sayuti Abubakar, Wakil Wali Kota Husaini, serta jajaran Forkopimda dan tokoh agama setempat.
Dalam sambutannya, Ahzan menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah calon haji asal Kota Lhokseumawe dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar. “Kami turut mendoakan seluruh jamaah calon haji agar diberikan kesehatan, kemudahan, serta keselamatan selama berada di Tanah Suci dan kembali sebagai haji yang mabrur,” ujar Ahzan.
Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan laporan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Supri. Ia menyebutkan total jamaah yang diberangkatkan tahun ini mencapai 241 orang.
Para jamaah dijadwalkan bertolak menuju Banda Aceh pada 15 Mei 2026. Keesokan harinya, mereka akan terbang ke Jeddah, Arab Saudi, untuk memulai rangkaian ibadah haji.
Kehadiran Kapolres dalam prosesi adat pelepasan ini dinilai sebagai bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Selain Ahzan, acara juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A. Haris dan sejumlah unsur Forkopimda.
Peusijuek merupakan tradisi adat Aceh yang dilakukan sebagai simbol doa restu dan tolak bala sebelum seseorang memulai perjalanan jauh atau memasuki fase kehidupan baru. Ritual ini biasanya dilakukan oleh tokoh agama atau sesepuh dengan mengusapkan daun dedaunan yang telah dibacakan doa ke kepala calon jamaah.
Dengan selesainya prosesi ini, para calon jamaah haji asal Lhokseumawe siap menempuh perjalanan panjang menuju Tanah Suci. Mereka tergabung dalam satu kloter bersama jamaah dari Aceh Utara dan sejumlah daerah lain di Provinsi Aceh.