ACEH — iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max disebut-sebut bakal membawa lompatan besar di sektor kamera, baterai, dan desain. Informasi ini dikumpulkan dari laporan Mark Gurman di Bloomberg serta bocoran rantai pasok yang beredar sejak awal 2025. Untuk pengguna Indonesia yang kerap memegang ponsel dalam waktu lama, peningkatan efisiensi daya dan kualitas kamera low-light menjadi dua poin paling relevan.
Menurut Mark Gurman, iPhone 18 Pro akan menghadirkan "beberapa peningkatan hardware kamera terbesar dalam sejarah lini ini." Bocoran teknis menyebutkan tiga fitur spesifik: aperture variabel pada kamera utama, aperture lebih lebar pada kamera telefoto, dan tombol Camera Control yang didesain ulang.
Fitur aperture variabel memungkinkan pengguna mengatur kedalaman bidang (depth of field) sesuai kebutuhan. Rekan saya, Ben, menjelaskan bahwa pengguna bisa memilih shallow DoF untuk memisahkan subjek dari latar belakang, medium DoF agar latar tetap terbaca, atau deep DoF jika ingin seluruh frame fokus sempurna.
Sementara itu, aperture lebih lebar di kamera telefoto akan meningkatkan performa zoom 4x dan 8x dalam kondisi minim cahaya. Apple juga dikabarkan menyederhanakan tombol Camera Control dengan prinsip "less is more" — mengurangi jumlah tombol fisik namun meningkatkan fungsionalitas sentuhan.
Jika iPhone 17 Pro sudah mencatatkan peningkatan daya tahan baterai yang impresif, iPhone 18 Pro disebut akan melampauinya. Bocoran dari rantai pasok menunjukkan tiga faktor pendorong: baterai fisik yang lebih besar, chip A20 Pro fabrikasi 2nm, dan modem C2 buatan Apple yang lebih hemat daya.
Sebuah bocoran awal tahun ini memperlihatkan baterai iPhone 18 Pro Max yang sedikit lebih besar secara dimensi. Namun, lompatan efisiensi terbesar justru datang dari chip A20 Pro dengan proses 2nm — yang secara teori menawarkan peningkatan 10-15 persen efisiensi daya dibanding chip 3nm. Peralihan dari modem Qualcomm ke modem Apple C2 juga disebut mengurangi konsumsi daya saat terhubung ke jaringan 5G.
Kombinasi ketiganya diprediksi menjadikan iPhone 18 Pro dan Pro Max sebagai iPhone dengan daya tahan baterai paling lama yang pernah dirilis Apple.
Desain iPhone 18 Pro secara keseluruhan masih mirip pendahulunya, namun ada tiga perubahan yang patut dicatat. Pertama, Dynamic Island dikabarkan mengecil sekitar 35 persen, memberikan lebih banyak ruang layar yang bisa digunakan. Kedua, Apple akan memperkenalkan warna flagship baru — kombinasi burgundy, kopi, dan ungu tua — yang oleh sebagian leaker disebut deep red atau dark cherry.
Warna ini akan menggantikan Cosmic Orange yang populer di iPhone 17 Pro. Selain itu, opsi space gray atau hitam juga disebut-sebut kembali hadir setelah absen di generasi sebelumnya. Ketiga, bagian belakang ponsel akan dibuat lebih selaras dengan warna rangka aluminium, sehingga tampilan dua warna (two-tone) yang sebelumnya terlihat kontras kini lebih menyatu.
Belum ada kepastian jadwal peluncuran iPhone 18 Pro di Indonesia. Jika mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya, Apple biasanya merilis iPhone seri baru secara global pada September, sementara ketersediaan di Indonesia bisa menyusul satu hingga dua bulan kemudian. Harga juga belum diumumkan, namun mengacu pada harga iPhone 17 Pro yang mulai dari Rp 18 jutaan, seri 18 Pro kemungkinan berada di kisaran yang sama atau sedikit lebih tinggi.
Bagi pengguna yang masih bertahan dengan iPhone 14 Pro atau lebih tua, tiga fitur ini — terutama aperture variabel dan baterai lebih besar — bisa menjadi alasan paling konkret untuk upgrade tahun ini. Namun, jika Anda sudah menggunakan iPhone 17 Pro, peningkatan desain dan efisiensi chip mungkin tidak cukup mendesak kecuali Anda memang membutuhkan performa kamera low-light yang lebih baik.