BANDA ACEH — Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 digelar di halaman MTsN 2 Kota Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama Kota Banda Aceh, termasuk Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Banda Aceh, para kepala madrasah, serta dewan guru.
Dalam sambutan yang dibacakan Kakankemenag, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini telah bergeser ke ranah kedaulatan informasi dan transformasi digital. Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi pengingat bagi semua pihak.
“Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, semangat belajar, dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital,” ujar Salman saat membacakan sambutan menteri.
Salman menambahkan, anak-anak bangsa harus dibimbing agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu menjaga kedaulatan negara di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat.
Pemerintah, lanjut Salman, telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi anak-anak Indonesia.
Selain itu, dalam sambutan tersebut juga disinggung sejumlah program strategis nasional. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan akses pendidikan, hingga layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Semua program ini disebut sebagai upaya pemerintah memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
Upacara berlangsung tertib dan khidmat. Setelah rangkaian acara selesai, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama. Acara kemudian ditutup dengan sarapan pagi yang disediakan oleh pihak MTsN 2 Kota Banda Aceh. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarjajaran Kementerian Agama Kota Banda Aceh.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag Tata Usaha, para kepala seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, Ketua DWP Kemenag Kota Banda Aceh, serta pengawas madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAI).