BANDA ACEH — Sebanyak 352 peserta muda mengikuti pelatihan kompetensi yang digelar Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh pada batch ketiga tahun 2023. Pelatihan ini menyasar pemuda dan pemudi di Provinsi Aceh untuk mengisi kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Kepala BPVP Banda Aceh Rahmad Faisal menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. “Alhamdulillah seluruh peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan kompetensi non boarding tahap III, boarding dan blended tahap pertama ini,” katanya di Banda Aceh, Senin lalu.
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui BLK setempat menyelenggarakan kelas kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri masa depan. Sejumlah bidang pelatihan yang dibuka antara lain:
Perkembangan teknologi digital dan ekonomi kreatif membuka sektor pekerjaan baru bagi Generasi Z di Banda Aceh. Pengamat ketenagakerjaan menilai anak muda yang lahir di era internet ini unggul dalam adaptasi teknologi, kreativitas, dan pola kerja fleksibel.
Bidang teknologi informasi seperti pengembang aplikasi, analis data, spesialis kecerdasan buatan, dan keamanan siber menjadi incaran utama. Sementara itu, profesi kreator konten, desainer grafis, editor video, dan pemasaran digital terus meningkat kebutuhannya seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada platform digital.
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis digital juga membuka peluang bagi Gen Z untuk menjadi wirausaha muda. Kemudahan akses pemasaran melalui media sosial dan marketplace membantu produk lokal menjangkau pasar lebih luas tanpa terbatas lokasi dan waktu.
Meski demikian, persaingan kerja semakin ketat. Generasi Z dituntut terus meningkatkan keterampilan digital, komunikasi, dan penguasaan bahasa asing agar siap bersaing di dunia kerja.
Pemerintah Kota Banda Aceh telah menindaklanjuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan skill pekerja Gen Z. Seminar dan pelatihan saban tahun digelar, terfokus pada BLK Banda Aceh, termasuk pelatihan komputerisasi dan aplikasi bagi calon tenaga kerja muda.
Rahmad Faisal menambahkan bahwa pihaknya juga membuka program non boarding, boarding, dan blended untuk mengakomodasi peserta dari berbagai latar belakang. Lembaga pendidikan diharapkan turut menyesuaikan sistem pembelajaran dengan kebutuhan industri masa depan agar lulusan muda lebih siap memasuki dunia kerja.