5 Hari Terendam Banjir Rob, Ratusan Pengungsi di Aceh Utara Belum Terima Bantuan dari Pemerintah

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 10:34:01 WIB
Pengungsi banjir rob di Aceh Utara masih bertahan tanpa bantuan pemerintah setelah lima hari.

LHOKSUKON — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh mencatat banjir rob melanda lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara sejak 15 Mei 2026. Kelima wilayah itu adalah Kecamatan Lapang, Seunuddon, Samudera, Dewantara, dan Muara Batu.

Awalnya, banjir hanya merendam tiga kecamatan. Namun gelombang laut tinggi yang memicu abrasi pantai memperluas area terdampak hingga ke dua kecamatan lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Bahron Bakti memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Namun, kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu," ujarnya saat dihubungi via telepon, Kamis (21/5/2026).

Ratusan Jiwa Mengungsi, Data Masih Terus Didata

Data sementara BPBD Aceh mencatat sebanyak 224 jiwa mengungsi di Desa Kuala Cangkoi. Selain itu, 103 kepala keluarga bertahan di Desa Matang Baroh dan 58 jiwa mengungsi di Desa Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang.

Petugas BPBD Aceh Utara masih melakukan pendataan terhadap pengungsi di kecamatan lainnya. Bahron menyebut kawasan ini langganan banjir rob setiap tahun sehingga warga diminta waspada terhadap banjir susulan.

"Hingga kini masih banjir, namun tidak separah pada 15 dan 16 Mei 2026," katanya.

Belum Ada Bantuan untuk Pengungsi

Keuchik (Kepala Desa) Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, M Kaoy mengungkapkan hingga hari kelima belum ada bantuan yang diterima para pengungsi. Mereka yang mengungsi merupakan penyintas banjir pada 25 November 2025 lalu dan tinggal di hunian sementara.

"Mereka menetap di rumah keluarganya sementara waktu. Mereka ini penyintas banjir pada 25 November 2025 lalu yang menetap di hunian sementara. Hunian sementaranya juga rusak, saya sudah laporkan ke BNPB," kata M Kaoy.

Ia berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warganya yang masih bertahan di pengungsian.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top