LHOKSEUMAWE — Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, meminta BNPB mempercepat realisasi bantuan perbaikan rumah bagi korban banjir. Permintaan itu disampaikan langsung saat menerima kunjungan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Pusat, Jarwansah, di pendopo bupati.
Juru bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengonfirmasi hal tersebut kepada ANTARA di Banda Aceh, Kamis. “Pak Bupati telah meminta kepada BNPB agar cepat merealisasi bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah penyintas banjir, baik kategori rusak berat, sedang dan ringan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengusulkan sebanyak 63.238 unit rumah atau Kepala Keluarga (KK) ke Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Usulan itu terbagi dalam tiga tahap pengajuan.
Rinciannya, rumah rusak berat sebanyak 7.247 unit, rusak sedang 18.691 unit, dan rusak ringan 37.300 unit. Tahap pertama diajukan pada 3 Maret 2026 sebanyak 667 unit, tahap kedua pada 25 Maret 2026 sebanyak 4.043 unit, dan tahap ketiga pada 29 April 2026 sebanyak 58.528 unit.
Pemkab Aceh Utara masih melakukan proses validasi dan penyepadanan data untuk 35.757 KK yang rencananya akan diusulkan pada tahap keempat dan seterusnya. Target total usulan mencapai 98.995 unit rumah atau KK terdampak.
“Kami berharap dengan usulan yang disampaikan tersebut dapat segera terealisasi sehingga masyarakat korban bencana dapat segera tinggal di tempat yang layak,” tambah Muntasir.
Bencana banjir yang melanda Aceh Utara tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga menyebabkan abrasi pantai di lima kecamatan. Kondisi ini memperparah kerusakan rumah warga di wilayah pesisir, yang sebagian besar masuk dalam kategori rusak berat.
Pemerintah daerah terus mendorong percepatan validasi data agar seluruh warga yang rumahnya rusak bisa segera mendapatkan bantuan rekonstruksi dari pemerintah pusat. Proses verifikasi menjadi kunci agar usulan tahap selanjutnya segera diproses BNPB.