MEULABOH — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat kerusakan terjadi di lima kecamatan berbeda, dengan kondisi terparah dialami rumah milik Usman Fauji di Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla. Sebanyak 35 lembar seng atap rumahnya lepas akibat terjangan angin kencang.
Data Pusdalops-PB BPBD Aceh Barat menyebutkan, rumah Tgk Zulkarna di Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, mengalami rusak berat setelah pohon durian tumbang dan menimpa bangunan. Rumah milik Syamaun Abdullah di Desa Gleng, kecamatan yang sama, juga tidak luput dari kerusakan.
Di Kecamatan Samatiga, rumah Sufriati di Desa Paya Lumpat menjadi salah satu yang terdampak. Sementara itu, sebuah tempat usaha milik Yulina di Desa Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, juga dilaporkan rusak.
Bencana ini juga merusak bagian atap SMP Negeri 5 Woyla. Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal menyatakan bahwa penanganan fisik di sekolah tersebut dan rumah milik Aisyah di Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, belum dilakukan.
“Angin kencang dan hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon tumbang hingga menimpa rumah warga dan tempat usaha di beberapa kecamatan,” kata Teuku Ronal, Jumat (22/5/2026).
BPBD Aceh Barat telah mengerahkan tim gabungan ke sejumlah lokasi untuk melakukan pemantauan, pengkajian, dan pendataan terhadap seluruh bangunan yang terdampak. Material pohon tumbang yang menimpa bangunan mulai dibersihkan secara gotong royong oleh warga dan petugas.
“Sejak menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan respons cepat. Beberapa titik material pohon tumbang yang menimpa bangunan pun sudah dibersihkan secara bergotong royong,” ujar Teuku Ronal.
Kerusakan juga tercatat pada rumah milik Fauzan di Desa Sipot, Kecamatan Sungai Mas. BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan total kerugian material akibat bencana angin kencang kali ini.