ACEH — BRI tak hanya bicara soal literasi keuangan. Di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, bank pelat merah ini mengajak Insan BRILiaN—sebutan untuk karyawannya—turun tangan langsung mengelola sampah plastik. Caranya lewat program Green Action BRI Peduli yang digelar di Kantor Pusat BRI Jakarta.
Mekanismenya sederhana. Setiap peserta diminta membawa minimal lima botol plastik bekas yang sudah bersih dan layak daur ulang. Botol-botol itu kemudian dimasukkan ke dalam mesin Reverse Vending Machine (RVM) milik BRI Peduli.
Hasilnya? Setiap botol yang masuk akan otomatis dihitung dan dikonversi menjadi uang tunai. BRI memberikan insentif Rp2.000 per botol sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam aksi pengelolaan sampah. Semakin banyak botol yang disetor, semakin besar insentif yang diterima.
Program ini bukan sekadar lomba mengumpulkan botol. BRI juga menyediakan booth edukasi lingkungan dan area interaktif yang mengajak peserta memahami proses daur ulang dari hulu ke hilir. Ada pula photobooth bertema “Yok Kita GAS – Gerakan Kelola Sampah” yang menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawan.
Lewat pendekatan ini, BRI ingin menanamkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah plastik sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Kesadaran itu, menurut manajemen, harus dimulai dari internal perusahaan sebelum didorong ke masyarakat luas.
Green Action BRI Peduli menjadi salah satu inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perseroan. BRI menilai, masalah sampah plastik di Indonesia membutuhkan solusi kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan.
Ke depan, BRI membuka peluang untuk memperluas program serupa ke kantor-kantor daerah dan melibatkan nasabah. Jika skema RVM ini berhasil menekan volume sampah plastik di lingkungan internal, bukan tidak mungkin model insentif serupa bakal diterapkan di lebih banyak titik.
Langkah ini setidaknya menunjukkan bahwa bank BUMN tak melulu bicara soal kredit dan laba. Urusan sampah plastik pun bisa diubah jadi aksi nyata yang menguntungkan semua pihak.