BLANGKEJEREN — Kemunculan harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di beberapa titik di Kabupaten Gayo Lues memicu langkah cepat dari otoritas konservasi. BKSDA Aceh bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Forum Konservasi Leuser (FKL), WCS, dan MMP telah membentuk tim khusus untuk memantau dan menggiring satwa itu menjauh dari permukiman warga.
“Selain petugas BKSDA, tim tersebut melibatkan BBTNGL, Forum Konservasi Leuser, WCS, MMP, serta masyarakat setempat,” kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata, Selasa (9/6/2026).
Tim tidak hanya memantau pergerakan harimau secara langsung. Kamera jebak juga dipasang di beberapa titik untuk memastikan keberadaan satwa liar yang dilindungi tersebut. Langkah ini ditempuh agar proses pemantauan lebih akurat dan respons tim bisa lebih cepat jika harimau kembali mendekati pemukiman.
“Seperti di Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, intensitas penampakan harimau sumatra cukup tinggi di wilayah tersebut,” ujar Ujang.
Berdasarkan data BKSDA, beberapa desa di Gayo Lues menjadi titik rawan kemunculan harimau sumatera. Desa Porang Ayu, Gantung Geluni, dan Kute Bukit di Kecamatan Blangpegayon masuk dalam daftar. Satu desa lainnya adalah Singah Mulo di Kecamatan Putri Betung.
Bupati Gayo Lues Suhaidi pun angkat bicara. Ia mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak beraktivitas di kebun untuk sementara waktu. “Kami mengimbau masyarakat tidak ke kebun untuk sementara waktu, serta tetap waspada kemunculan harimau di sekitar pemukiman,” katanya.
Meski belum ada pernyataan resmi dari BKSDA mengenai penyebab pasti, kemunculan harimau sumatera di area pemukiman kerap dikaitkan dengan gangguan habitat atau berkurangnya sumber pakan di hutan. Gayo Lues yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu kantong populasi harimau sumatera di Aceh.
Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan belum mengambil tindakan evakuasi paksa terhadap satwa tersebut. Upaya penggiringan secara alami menjadi prioritas utama untuk menghindari konflik antara manusia dan harimau.