ACEH — Asmo Sulsel tidak hanya pamer produk. Dalam kunjungan ke Disducapil Ambon, mereka menggabungkan tiga layanan sekaligus: sosialisasi program Group Customer, pameran motor Honda, test ride Honda EM1 e:, dan servis kunjung gratis. Langkah ini jelas ingin mendekatkan layanan purna jual ke pengguna—sesuatu yang jarang dilakukan agen pemegang merek di Indonesia Timur.
Program ini dirancang khusus untuk instansi pemerintah, perusahaan, dan lembaga yang butuh kendaraan operasional dalam jumlah banyak. Tidak hanya menawarkan harga khusus, Asmo Sulsel juga menjanjikan kemudahan proses pengadaan dan layanan purna jual terintegrasi.
Group Customer Supervisor Asmo Sulsel, Syarif Hidayatullah, mengatakan program ini memberikan kemudahan bagi instansi untuk mengenal produk dan layanan Honda tanpa harus keluar lingkungan kerja. "Kami menghadirkan layanan bernilai tambah seperti servis kunjung dan kesempatan mencoba langsung teknologi terbaru Honda," ujarnya.
Peserta bisa menjajal langsung Honda EM1 e: di lokasi. Motor listrik ini diklaim ramah lingkungan dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Namun, perlu dicatat: EM1 e: adalah skutik listrik dengan baterai swap (baterai lepas-pasang), bukan tipe colok-charge. Kapasitas baterainya 1,44 kWh dengan klaim jarak tempuh sekitar 41 km per baterai dalam mode ECO.
Untuk kebutuhan operasional instansi di Ambon, angka itu mungkin cukup untuk perjalanan antar-kantor dalam kota. Tapi kalau rutenya menanjak atau sering macet, jarak tempuh realistis bisa turun drastis. Sayangnya, Asmo Sulsel belum menyebut ketersediaan stasiun penukaran baterai (battery swap station) di Ambon—infrastruktur yang krusial untuk motor listrik jenis ini.
Layanan servis kunjung gratis menjadi daya tarik lain. Teknisi Honda turun langsung ke Disdukcapil dan merawat 26 unit motor milik karyawan. Ini bentuk layanan purna jual yang praktis, terutama bagi pegawai yang tidak punya waktu antre di bengkel.
Marketing Manager Asmo Sulsel wilayah Sulawesi Tenggara dan Ambon, Elang Samodra, mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan Honda di Ambon. "Ke depan, kami akan terus memperluas kegiatan serupa di berbagai instansi dan perusahaan di wilayah Sulawesi Tenggara dan Ambon," tutupnya.
Bagi instansi di Ambon yang butuh kendaraan operasional dengan biaya perawatan rendah, motor listrik seperti EM1 e: patut dipertimbangkan. Tapi untuk rute jarak jauh atau medan berat, motor bensin konvensional Honda—yang juga dipamerkan di acara ini—masih pilihan lebih aman sampai infrastruktur listrik lokal matang.