Residu di Alat Makan Bayi Bisa Picu Diare, Dokter Ungkap Bahaya yang Tak Kasat Mata

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:13:01 WIB
Dokter Gia Pratama mengingatkan bahwa residu lemak pada alat makan bayi yang tidak terlihat mata dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri E. coli dan Staphylococcus aureus.

ACEH — Pencernaan bayi memang masih sangat sensitif. Makanya, para ibu pasti sudah ekstra hati-hati dalam memilih makanan terbaik untuk si kecil. Tapi, seringkali ada satu hal yang luput dari perhatian: kebersihan alat makannya.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama, dalam unggahan video di akun Instagramnya baru-baru ini mengungkap fakta penting. Menurutnya, alat makan bayi yang terlihat bersih belum tentu benar-benar higienis.

“Meskipun sudah fokus memilih makanan terbaik untuk si kecil, tapi seringkali ada satu hal yang luput dari orang tua. Alat makan yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bersih,” kata dr. Gia.

Residu yang Tak Kasat Mata, Sarang Bakteri Berbahaya

Banyak orang tua yang mencuci alat makan bayi dengan cara biasa, layaknya alat makan orang dewasa. Padahal, cara ini belum cukup untuk memastikan kebersihannya secara menyeluruh.

“Residu lemak susu atau makanan yang masih menempel sering kali tidak terlihat oleh mata,” ucap dr. Gia. Sisa-sisa lemak yang menempel ini bisa menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri jahat.

Dokter Gia menjelaskan, dua jenis bakteri yang paling umum berkembang di residu tersebut adalah Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus. Keduanya dikenal sebagai pemicu utama gangguan pencernaan.

Dampak Langsung pada Kesehatan Pencernaan Bayi

“Residu tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus. Jika kebersihannya tidak dijaga dengan baik, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, termasuk diare,” jelas dr. Gia.

Diare pada bayi bukan hanya membuat si kecil tidak nyaman, tapi juga berisiko menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini tentu membuat orang tua panik dan harus segera ditangani. Itulah mengapa mencegah lebih baik daripada mengobati.

Menjaga pencernaan bayi dari risiko diare ternyata tidak hanya soal memilih makanan yang tepat. Kebersihan alat makan menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan.

Kapan Harus Lebih Waspada?

Bunda perlu segera konsultasi ke dokter jika si kecil mengalami diare lebih dari 24 jam, disertai demam tinggi, atau tanda-tanda dehidrasi seperti mata cekung dan jarang buang air kecil. Langkah pencegahan sederhana dengan membersihkan alat makan secara menyeluruh bisa menjadi tameng pertama.

Mulai sekarang, pastikan setiap botol susu, sendok, piring, dan gelas si kecil dicuci dengan saksama. Gunakan sikat khusus dan air mengalir untuk memastikan tidak ada sisa lemak yang tertinggal. Kesehatan pencernaan si kecil ada di tangan Bunda.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: women.okezone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top