SPS Revival di Banda Aceh Usung Tema Meutaloe: Ruang Kreatif yang Menautkan Rapa'i, Beatbox, dan Puisi

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 10:52:02 WIB
Komunitas seni SPS Revival menggelar acara bertema Meutaloe di Arena Skate Lamprit, Banda Aceh, Sabtu (1/8/2026).

BANDA ACEH — Arena Skate Lamprit akan berubah menjadi ruang dialog seni pada Sabtu sore nanti. SPS Revival, komunitas yang rutin berkumpul setiap pekan, mengangkat tema "Meutaloe" yang dalam bahasa Aceh berarti saling menaut. Mereka ingin membuktikan bahwa panggung hanyalah alasan awal untuk berkumpul, sementara yang dirawat adalah ruang di belakangnya: tempat orang saling mengenal dan menemukan kemungkinan bekerja sama.

Bukan Sekadar Panggung Pertunjukan Biasa

Penyelenggara menegaskan bahwa SPS Revival tidak pernah membayangkan dirinya sekadar ajang pertunjukan. Keberhasilan sebuah ruang kreatif, menurut mereka, tidak berhenti pada ramainya penonton atau panjangnya daftar penampil. Yang jauh lebih penting adalah apakah sesudah acara selesai masih ada alasan bagi orang untuk kembali bertemu, melanjutkan percakapan, dan menciptakan sesuatu yang baru.

Semangat ini mulai terasa bahkan sebelum acara dimulai. Percakapan di antara para peserta berkembang dengan sendirinya. Ada yang mengusulkan rapa'i dimainkan dengan pendekatan baru, ada pula yang menawarkan gurindam Melayu untuk dipertemukan dengan musisi muda.

Rapa'i Bertemu Beatbox, Puisi Berdampingan dengan Rapper

Sabtu nanti, pengunjung akan mendengar kisah tentang rapa'i dari seorang utoh muda asal Aceh Utara. Di ruang yang sama, komunitas Beatbox Aceh dijadwalkan kembali melanjutkan eksplorasi mereka. Musisi independen, penyair, pegiat monolog, pelaku ekonomi kreatif, hingga komunitas skate dipertemukan tanpa sekat.

Pemandangan seperti inilah yang ingin terus dipelihara. Seorang pemain rapa'i dapat duduk berdampingan dengan beatboxer, penyair berbagi ruang dengan rapper, dan seorang skater mungkin menjadi orang pertama yang mengapresiasi sebuah monolog.

Bagaimana Tradisi Bertahan di Tengah Bentuk Baru?

Pertemuan lintas disiplin ini tumbuh dari keyakinan bahwa tradisi tidak kehilangan martabat ketika bertemu bentuk-bentuk baru. Sebaliknya, tradisi memperoleh kesempatan memperluas gema kehidupannya. Tidak ada upaya menyeragamkan semua elemen yang hadir; setiap bunyi justru diberi kesempatan menemukan bunyi lain untuk diajak berdialog.

Dalam beberapa pekan terakhir, SPS Revival mulai memperlihatkan benih-benih ekosistem kreatif. Orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal mulai kembali datang setiap Sabtu. Percakapan berlanjut di luar jadwal acara, dan gagasan-gagasan kecil mulai berubah menjadi rencana bersama.

Datang dengan Rasa Ingin Tahu Sudah Cukup

Melalui tema "Meutaloe: Menautkan Karya, Menjalin Manusia," SPS Revival mengundang siapa pun untuk hadir. Membawa karya akan menjadi kegembiraan, membawa alat musik akan memperkaya suasana, tetapi datang dengan rasa ingin tahu pun sudah lebih dari cukup. Setiap perjumpaan selalu menyimpan kemungkinan yang tidak dapat direncanakan sebelumnya.

Mungkin tidak semua orang akan tampil di atas panggung pada Sabtu nanti. Namun setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari ruang yang membuat orang ingin kembali—bukan karena acaranya semata, melainkan karena manusia-manusia yang ditemuinya di sana.

Informasi Kegiatan: SPS Revival, tema "Meutaloe: Menautkan Karya, Menjalin Manusia", Sabtu 1 Agustus 2026, pukul 16.30 WIB hingga selesai, di Arena Skate Lamprit, Banda Aceh. Terbuka untuk umum.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sagoetv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top