ACEH TENGGARA — Suasana kehangatan menyelimuti Masjid Al-Hasanah di Desa Natam, Kecamatan Badar, Jumat pagi (31/7/2026). Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo beserta jajaran Forkopimda dan para ulama melaksanakan Salat Subuh berjamaah sebelum membuka sesi dialog bersama masyarakat.
Kegiatan yang dikemas dalam program Jumat Curhat ini merupakan wujud pendekatan humanis Polri. Warga setempat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, saran, hingga keluhan secara langsung tanpa sekat.
Kapolres Aceh Tenggara menegaskan bahwa keamanan daerah tidak bisa dijaga sendiri oleh aparat. Peran aktif masyarakat dan tokoh agama menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
"Keamanan yang kita rasakan hari ini lahir dari kebersamaan. Melalui Subuh Keliling dan Jumat Curhat, kami ingin terus hadir, mendengar, dan mencari solusi bersama masyarakat demi mewujudkan Aceh Tenggara yang aman, damai, dan sejuk," ujar AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo.
Dialog berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Sejumlah masukan dari warga langsung ditanggapi oleh jajaran kepolisian yang hadir, menunjukkan keseriusan aparat dalam merespons kebutuhan masyarakat di lapangan.
Hadirnya Forkopimda, ulama, dan kepolisian dalam satu majelis yang sama dinilai menjadi simbol kuatnya sinergi di Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga rutinitas yang membumi di tengah warga.
Masyarakat Desa Natam menyambut positif inisiatif ini. Kehadiran pemimpin daerah dan aparat keamanan di tengah mereka dinilai mampu menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan.
Program Subuh Keliling dan Jumat Curhat sendiri merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk membangun komunikasi yang terbuka. Melalui pendekatan keagamaan dan kultural seperti ini, diharapkan setiap persoalan di masyarakat dapat dideteksi lebih dini dan diselesaikan secara bersama-sama.