ACEH — GIIAS 2026 menjadi panggung peluncuran perdana Chery Q di Indonesia, Jumat (1/8/2026). Compact EV ini hadir dalam dua varian, Pure dan Rizz, yang sama-sama mengusung platform khusus listrik. Chery menyebut Q sebagai compact EV paling lengkap di kelasnya—pernyataan berani yang perlu diuji di jalanan, bukan sekadar di atas panggung pameran.
Varian Pure dibuka dengan harga pre-book Rp239.900.000, sementara Rizz dipatok Rp259.900.000 (OTR Jakarta). Periode pemesanan awal berlangsung 18 Mei–25 Juli untuk Rizz, dilanjutkan serentak 31 Juli–9 Agustus 2026. Pemesanan dilakukan melalui chery.co.id dan berlaku nasional. Kedua varian tersedia dalam tiga pilihan warna: Oat Latte, Dusk Purple, dan Spark White.
Angka paling krusial dari Chery Q adalah baterai 42,7 kWh dengan klaim jarak tempuh 400 km dalam skema NEDC. Perlu dicatat, siklus NEDC terkenal lebih optimistis dibandingkan WLTP atau pengujian real-world. Dari pengalaman kami menguji berbagai EV di Indonesia, angka NEDC biasanya hanya tercapai 75-85 persen dalam kondisi kombinasi macet dan tol. Ekspektasi realistis untuk Q ada di kisaran 300-340 km untuk pemakaian harian.
Pengisian cepat dari 30 ke 80 persen diklaim hanya butuh 16,5 menit. Jika angka ini akurat, ini menjadi salah satu keunggulan utama Q dibandingkan kompetitor di kelasnya. Fitur V2L dengan daya 6,6 kW juga tersedia, memungkinkan mobil menjadi sumber listrik cadangan untuk perangkat elektronik saat berkemah atau mati lampu.
Chery mengklaim struktur bodi Q menggunakan 82 persen high-strength steel. Angka ini patut diapresiasi untuk kelas compact EV, karena biasanya pabrikan memakai material tersebut di kisaran 60-70 persen. Suspensi belakang multi-link juga menjadi nilai jual, karena mayoritas kompetitor di segmen ini masih menggunakan torsion beam.
Namun, klaim material dan suspensi hanya bisa dibuktikan lewat pengujian langsung di jalan. Karakter suspensi multi-link bisa terasa lebih nyaman di kecepatan tinggi, tapi bisa juga terlalu keras jika setelan peredamnya salah. Kami menantikan sesi test drive untuk membuktikan apakah fondasi ini benar-benar terasa di aspal Indonesia yang tidak selalu mulus.
Chery menghitung detail penyimpanan Q secara spesifik: 38 kompartemen di kabin, frunk 70 liter dengan kapasitas beban maksimal 50 kilogram, dan bagasi belakang yang bisa diperluas hingga 1.450 liter. Totalnya 1.520 liter, angka yang sangat kompetitif untuk ukuran compact EV.
Jarak sumbu roda 2.700 mm dengan ruang kaki belakang 977 mm dan ruang kepala 985 mm menjanjikan kabin yang lega. Lantai rata dan filter udara N95 menjadi nilai tambah untuk kenyamanan penumpang. Namun, perlu diingat bahwa angka bagasi 1.450 liter adalah kondisi kursi baris kedua dilipat, bukan kapasitas normal.
Spesifikasi inti seperti baterai, jarak tempuh, dan struktur bodi identik di kedua varian. Perbedaan utama ada di paket fitur. Varian Rizz mendapatkan Power Frunk, spion lipat elektrik otomatis, asisten suara Q-Talk, kamera panoramic 540 derajat, dan 20 fitur ADAS.
Selisih Rp20 juta untuk paket ADAS lengkap dan kamera 540 derajat cukup masuk akal, terutama untuk pembeli yang tinggal di perkotaan padat. Fitur ADAS seperti adaptive cruise control dan lane keeping assist akan sangat membantu di tol dalam kota. Namun, bagi yang hanya butuh mobil listrik harian sederhana, varian Pure sudah cukup.
Chery Q datang dengan spesifikasi yang menggoda di atas kertas. Namun, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan juta rupiah:
- Jaringan layanan purna jual — Chery masih relatif baru di Indonesia dibandingkan BYD atau Wuling. Pastikan dealer dan bengkel resmi mudah dijangkau di kota Anda.
- Nilai jual kembali — EV compact masih menjadi segmen yang berkembang; resale value Chery Q belum teruji di pasar sekunder.
- Kualitas material kabin — Klaim "jok berlapis kulit" dan "tombol fisik presisi tinggi" perlu diverifikasi langsung. Beberapa mobil China menggunakan material yang terlihat premium tapi cepat aus.
Dengan harga Rp239,9 juta, Chery Q langsung menjadi opsi menarik di kelas compact EV. Tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Anda—datang ke dealer, lakukan test drive, dan bandingkan langsung dengan Geely EX2 serta BYD Atto 1. Jangan percaya klaim pabrikan sebelum Anda merasakannya sendiri di jalan.