ACEH — PT Toyota-Astra Motor (TAM) memposisikan Hilux Rangga bukan sekadar pikap pengangkut barang, melainkan platform yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik. Beberapa unit konversi sudah berjalan, dari distribusi frozen food sampai kendaraan operasional pemadam kebakaran.
Salah satu konversi yang tengah digarap diarahkan untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Unit ini disiapkan sebagai kendaraan distribusi makanan dalam program pemerintah tersebut.
Selain MBG, ada beberapa varian konversi lain yang sudah diperkenalkan:
Hilux Rangga juga dimodifikasi sebagai angkutan umum Mikrotrans Transjakarta. Uji coba unit ini berjalan sejak November 2024 dan menjadi salah satu bentuk konversi untuk layanan transportasi publik.
Menurut Vice President TAM Jap Ernando Demily, pendekatan konversi ini memang jadi nilai jual utama Hilux Rangga. "Hilux Rangga bukan sekadar kendaraan niaga, melainkan solusi bisnis yang dapat dikustomisasi untuk beragam kebutuhan, mulai dari logistik UMKM, pertanian, layanan publik, hingga pertambangan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Ernando menambahkan, Hilux Rangga dirancang agar bisa dikonversi sesuai kebutuhan pelanggan, baik untuk penggunaan fleet maupun non-fleet.
Secara teknis, Hilux Rangga mengusung payload hingga 1,2 ton. Dek belakangnya rata dengan bukaan tiga arah, memudahkan bongkar-muat barang dari sisi samping maupun belakang.
Bagian bonnet diklaim turut meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara, terutama untuk pemakaian harian dalam durasi panjang.
Hilux Rangga yang dijual di Indonesia tersedia dengan dua pilihan mesin, keduanya sudah memenuhi standar emisi EURO4.
Mesin diesel 2GD-FTV 2.393 cc 4 silinder:
Mesin bensin 1TR-FE 1.998 cc 4 silinder:
TAM belum berencana menghadirkan Hilux Rangga dengan penggerak roda 4x4. Segmen pikap 4x4 sudah diisi Toyota Hilux, meski keduanya memakai sasis yang sama.
Posisi kedua model tetap dibedakan: Hilux untuk segmen pikap 4x4, sementara Hilux Rangga fokus pada kebutuhan niaga ringan dengan fleksibilitas konversi.
Hilux Rangga yang dipasarkan di Indonesia masih diimpor utuh (CBU) dari Thailand. Rentang harganya mulai Rp194,3 juta hingga Rp309,6 juta, tergantung varian dan tipe konversi yang dipilih.
Bagi pelaku usaha yang butuh kendaraan niaga dengan bodi bisa disesuaikan, rentang harga itu menempatkan Hilux Rangga sebagai opsi di antara pikap komersial ringan dan truk ringan.