OpiniJob Integrasikan e-KTP dan Biometrik untuk Tekan Akun Fiktif di Bursa Kerja

Penulis: Faisal Hasbi  •  Selasa, 15 September 2026 | 22:30:01 WIB
Founder dan CEO OpiniJob Julizar menyampaikan integrasi verifikasi e-KTP dan biometrik dalam keterangan pers, Selasa (15/9/2026).

ACEH — Platform digital OpiniJob mengintegrasikan verifikasi e-KTP dan biometrik ke dalam layanan riset pasar dan bursa kerja, langkah yang diklaim menutup celah akun fiktif sekaligus membuka penghasilan tambahan bagi pencari kerja. Verifikasi dilakukan lewat pencocokan wajah dan deteksi kehadiran pengguna untuk memastikan setiap responden survei maupun pelamar adalah individu nyata.

Founder dan CEO OpiniJob Julizar menyatakan integrasi itu ditujukan agar setiap pengguna dapat dipertanggungjawabkan identitasnya. Sistem ini menyasar dua layanan sekaligus: riset pasar berbayar dan lowongan kerja yang tersedia di platform.

"Kami ingin membangun ekosistem digital yang bersih dan transparan. Dengan integrasi e-KTP dan verifikasi biometrik, kami berupaya meminimalkan celah bagi akun fiktif dan bot. Setiap pengguna harus merupakan individu nyata yang dapat dipertanggungjawabkan identitasnya," ujar Julizar dalam keterangan pers, Selasa (15/9/2026).

Dua Lapis Verifikasi: Face Match dan Liveness Detection

Verifikasi di OpiniJob berjalan melalui dua mekanisme. Pertama, pencocokan wajah (face match) yang membandingkan data biometrik pengguna dengan foto pada e-KTP. Kedua, deteksi kehadiran (liveness detection) untuk memastikan orang yang sedang memakai aplikasi benar-benar hadir saat proses berlangsung, bukan foto atau rekaman yang ditempel.

Menurut Julizar, pendekatan berlapis ini diperlukan karena risiko manipulasi identitas di ruang digital terus naik. Bot dan akun palsu tidak hanya merusak kualitas data survei, tetapi juga membuka ruang penipuan dalam proses rekrutmen.

Survei Berbayar Jadi Sumber Penghasilan Sambil Cari Kerja

Selain aspek keamanan, OpiniJob menawarkan peluang ekonomi lewat layanan survei berbayar. Pengguna yang berpartisipasi dalam riset pasar memperoleh imbalan uang tunai sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat mencairkannya.

"Kami ingin waktu yang dimiliki seseorang tetap bernilai secara ekonomi. Sambil mencari pekerjaan, pengguna dapat berpartisipasi dalam survei yang tersedia dan memperoleh penghasilan sesuai ketentuan," kata Julizar.

Skema ini menempatkan OpiniJob bukan sekadar papan lowongan, melainkan kombinasi antara bursa kerja dan panel riset pasar. Pencari kerja bisa mengisi waktu tunggu dengan mengerjakan survei, sementara perusahaan riset mendapat data dari responden yang identitasnya sudah tervalidasi.

Mengapa Validitas Data Jadi Taruhan

Bagi industri riset pasar, kualitas sampel menentukan nilai temuan. Responden palsu atau bot dapat mengacaukan hasil survei, sehingga klien membayar data yang tidak mencerminkan perilaku konsumen sebenarnya. Verifikasi biometrik menjadi salah satu cara menekan risiko itu di hulu.

Di sisi rekrutmen, akun fiktif kerap dipakai untuk penipuan lowongan kerja, mulai dari meminta biaya administrasi hingga mencuri data pribadi pelamar. Pencocokan e-KTP dan wajah mempersempit ruang gerak pelaku karena setiap akun terikat pada identitas tunggal.

Tantangan dari Sisi Perlindungan Data

Penggunaan data biometrik membawa konsekuensi lain: kewajiban menjaga kerahasiaan data pribadi pengguna. Platform yang mengelola e-KTP dan data wajah harus memastikan penyimpanan serta pemrosesan data sesuai aturan perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.

Seberapa besar OpiniJob mampu menyeimbangkan antara keamanan verifikasi dan privasi pengguna akan menentukan penerimaan pasar. Bagi pencari kerja, daya tarik utamanya tetap pada dua hal: lowongan yang kredibel dan penghasilan tambahan dari survei yang bisa dicairkan.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top