Ketua Karang Taruna Subulussalam Usul Pembentukan Provinsi Singkil Raya, Minta Kajian Libatkan Tokoh Dua Daerah

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 16 September 2026 | 22:42:02 WIB
Ketua Karang Taruna Kota Subulussalam, Wahda, menyampaikan usulan pembentukan Provinsi Singkil Raya.

SUBULUSSALAM — Gagasan pembentukan Provinsi Singkil Raya disampaikan Wahda usai sikap PBSA yang mengecualikan Subulussalam dan Aceh Singkil dari usulan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi ALA. Ia menilai kedua wilayah punya karakter sosial, budaya, sejarah, dan keberagaman etnik yang khas sehingga layak menentukan masa depannya sendiri.

Mengapa Subulussalam dan Aceh Singkil Dikeluarkan dari Usulan ALA

PBSA menyatakan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil tidak lagi masuk dalam usulan pembentukan DOB yang selama ini dikaitkan dengan Provinsi Aceh Lauser Antara. Sikap itu disampaikan komunitas yang menamakan diri Persaudaraan Barat Selatan Aceh.

Wahda menyebut keputusan tersebut tidak boleh diambil sepihak. Menurutnya, masa depan kedua daerah harus dibahas bersama para tokoh, pemuda, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat.

"Kalau memang Subulussalam dan Aceh Singkil tidak lagi masuk dalam usulan tersebut, saya kira ini menjadi momentum bagi kita untuk duduk bersama. Para tokoh, pemuda, akademisi dan seluruh elemen masyarakat perlu membahas masa depan daerah kita secara serius," ujar Wahda, Rabu 16 September 2026.

Kritik Wahda: Jangan Saling Mengklaim Masa Depan Daerah

Ketua Karang Taruna Kota Subulussalam itu mengkritisi sikap sebagian pihak yang dinilainya terlalu mudah mengambil keputusan terkait keberadaan Subulussalam dan Aceh Singkil dalam sebuah gagasan pemekaran.

"Jangan sampai keputusan tentang masa depan Subulussalam dan Aceh Singkil ditentukan sepihak. Kita harus menghargai karakter, budaya dan aspirasi masyarakat masing-masing daerah," tegasnya.

Wahda berpandangan kedua daerah memiliki hubungan sejarah dan sosial yang kuat serta berada dalam satu kawasan yang saling berkaitan. Karena itu, ia mendorong para tokoh dari kedua daerah membuka ruang diskusi mengenai konsep Provinsi Singkil Raya melalui kajian yang matang, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Konsep Singkil Raya Dinilai Bukan Upaya Memecah Persaudaraan Aceh

Wahda menegaskan gagasan Provinsi Singkil Raya bukan untuk memecah persaudaraan sesama masyarakat Aceh. Ia menyebut usulan itu sebagai bagian dari upaya mencari format pembangunan yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat di wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil.

"Ini bukan persoalan siapa bergabung dengan siapa. Ini tentang bagaimana kita menentukan masa depan daerah dengan melihat sejarah, budaya, kondisi geografis, potensi ekonomi dan aspirasi masyarakat," katanya.

Ia mengajak seluruh pihak mengkaji gagasan tersebut secara akademis dan melibatkan masyarakat luas. Menurutnya, jika Singkil Raya dinilai paling tepat untuk masa depan, gagasan itu layak diperjuangkan bersama.

"Kita perlu duduk bersama. Jangan saling mengklaim. Mari kita kaji secara akademis dan libatkan masyarakat. Kalau Singkil Raya menjadi gagasan yang paling tepat untuk masa depan, kenapa tidak kita perjuangkan bersama," pungkas Wahda.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top