ACEH — Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan keluarga adalah benteng utama pembentuk karakter anak di tengah derasnya arus media sosial dan teknologi digital. Lewat Seminar Keluarga Tangguh, ia mengingatkan orang tua bahwa mendidik anak bukan sekadar tugas sekolah, melainkan tanggung jawab utama rumah.
Sukiryanto menyampaikan hal itu saat membuka Seminar Keluarga Tangguh, Benteng Utama Karakter Bangsa yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kubu Raya. Acara berlangsung di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, keluarga memegang tanggung jawab besar dalam memberikan pendidikan, pembinaan, dan penguatan nilai agama kepada anak sejak dini. Peran itu makin penting seiring derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang bisa memengaruhi kehidupan anak.
Sukiryanto menilai tantangan mendidik anak hari ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Media sosial dan teknologi digital membuka akses informasi tanpa batas, termasuk yang belum layak untuk anak.
Karena itu, orang tua dituntut lebih aktif mengawasi dan mengarahkan, bukan sekadar melarang. Keluarga yang tangguh, katanya, akan melahirkan karakter anak yang kuat pula.
"Di era globalisasi, era media sosial dan digital seperti sekarang ini, peran orang tua sangat besar dalam menentukan karakter anak. Keluarga yang tangguh akan membuat karakter anak, daerah, dan bangsa ini menjadi baik," ujar Sukiryanto.
Sukiryanto mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke lembaga pendidikan. Keluarga tetap pemegang kewajiban utama dalam memberi keteladanan dan mengarahkan anak pada nilai agama serta moral.
Ia mengutip pesan agama tentang tanggung jawab orang tua menjaga keluarga dari hal yang merusak. Jika anak tidak dididik dengan baik lalu menyimpang dari ajaran agama, orang tua ikut bertanggung jawab.
"Allah telah berfirman, 'Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka'. Artinya, ketika anak tidak dididik dengan baik dan kemudian menyimpang dari ajaran agama, orang tua memiliki tanggung jawab," jelasnya.
Sukiryanto menilai seminar keluarga menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas orang tua. Materi yang disampaikan para narasumber dinilai relevan dengan kondisi keluarga saat ini.
Ia pun mengapresiasi TP PKK Kabupaten Kubu Raya yang menginisiasi kegiatan tersebut. Harapannya, kegiatan serupa terus digelar sebagai ruang bagi keluarga menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Penguatan keluarga dan peran ibu-ibu dalam mendidik anak memang sangat penting," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan dukungan anggaran untuk menunjang berbagai program PKK. Dukungan itu termasuk kegiatan yang berkaitan dengan penguatan keluarga dan peningkatan kapasitas masyarakat.
"Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan PKK. Anggaran untuk PKK juga sudah kita siapkan sebagai bagian dari upaya penguatan keluarga, karena ibu dan bapak memiliki tanggung jawab besar terhadap anak-anak dan keluarga," pungkasnya.
Bagi ibu dan ayah di rumah, pesan Sukiryanto sederhana: kehadiran dan keteladanan orang tua tidak bisa digantikan gadget atau sekolah. Membangun keluarga yang tangguh hari ini adalah cara paling nyata menyiapkan karakter anak di masa depan.