BLANGPIDIE — Jejak perjuangan Teungku Peukan dalam merebut kemerdekaan kembali mendapat penghargaan dari pemerintah. Pemerintah Aceh melalui Pemkab Abdya menganugerahkan bungong jaroe berupa emas kepada ahli waris sang pejuang. Penyerahan berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Abdya.
Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyerahkan langsung penghargaan itu kepada Ismail Arifin dan Annisa Turrahmi. Prosesi penyerahan turut didampingi Kabag Kesra Setdakab Abdya Eva Lisda.
Zaman Akli menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar cendera mata atau pemberian bernilai materi. Bungong jaroe merupakan simbol penghargaan negara atas jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang dilakukan oleh para pahlawan. Tentunya perjuangan mereka tidak bisa diukur dengan materi dalam bentuk apa pun," ujar Zaman Akli.
Ia menambahkan, pemberian tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tetap mengingat dan menghargai perjuangan para pahlawan. Zaman berharap bungong jaroe dapat disimpan keluarga sebagai bagian dari bukti sejarah perjuangan Teungku Peukan.
"Insya Allah, ke depan pemerintah akan terus memberikan perhatian untuk para keluarga pahlawan. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semua," katanya.
Kabag Kesra Setdakab Abdya Eva Lisda menjelaskan, pemberian bungong jaroe dilakukan secara bergilir setiap tahun. Mekanisme itu dipilih karena terdapat sejumlah pahlawan kemerdekaan yang berasal dari Abdya.
"Untuk tahun ini kita berikan kepada keluarga Teungku Peukan, pada tahun lalu kita berikan kepada keluarga pahlawan Teuku Ben Mahmud," jelas Eva.
Dengan pola bergilir tersebut, keluarga pahlawan lain di Abdya tetap mendapat perhatian negara pada tahun-tahun berikutnya. Penghargaan kepada ahli waris Teungku Peukan menambah daftar penerima bungong jaroe dari Pemkab Abdya.