Surya Saputra 24 Jam Tanpa Tidur demi Adegan Puncak Menang Untuk Kalah

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 19 September 2026 | 22:46:01 WIB

ACEH — Surya Saputra menjalani syuting adegan puncak film Menang Untuk Kalah dalam kondisi terjaga 24 jam penuh, sesuai permintaan sutradara Hasto Broto. Permintaan itu disampaikan Hasto dalam jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (19/9), demi menangkap ekspresi wajah dan sorot mata Bima tanpa bantuan riasan. Tantangan bertambah karena syuting bertepatan dengan euforia kemenangan Persib.

Hasto Broto ingin penonton melihat kelelahan Bima secara apa adanya. Karena itu, ia meminta Surya Saputra tidak tidur selama sehari penuh sebelum pengambilan gambar adegan krusial.

"Karena saya butuh lebih kepada ekspresi, fisik, ada satu scene yang saya buat khusus untuk tidak tidur selama 24 jam. Saya bilang jangan tidur, karena saya butuh ekspresi dia tanpa make up," ujar Hasto Broto saat jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (19/9).

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Hasto menilai riasan tidak cukup untuk memunculkan sorot mata dan tampilan fisik yang jujur di momen puncak cerita.

Syuting di Tengah Euforia Kemenangan Persib

Menjalani syuting setelah tidak tidur seharian diakui Surya sebagai tantangan besar. Adegan yang harus dimainkan menuntut luapan emosi, sementara stamina fisik berada di titik minimal.

"Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah marah dan hancur. Dan hari itu ekstra, karena Persib baru menang. Dan kita ketegarannya luar biasa. Dalam keadaan begitu, harus tetap jaga emosi," beber Surya Saputra.

Situasi di luar lokasi ikut memanas karena euforia kemenangan Persib. Meski begitu, Surya menyebut proses syuting tetap terkontrol berkat arahan yang jelas dari sutradara.

"Untungnya pak Hasto dari awal memberikan ruang dan kasih arahan yang tegas. Jadi lancar sih," lanjutnya.

Bima dan Satu Kata "Maaf"

Di balik proses yang menguras energi, Surya membagi cara pandangnya terhadap Bima. Ia merangkum karakter itu ke dalam satu kata, "maaf", sebagai kunci memahami langkah dan pilihan yang diambil seorang kepala keluarga.

"Maaf ini buat saya berarti kan ada kesalahan yang dia buat. Suatu permintaan maaf dan dimaafkan. Tapi bagimana kalo dia kembali membuat kesalahan. Apakah dimaafkan atau tidak. Ini adalah sebuah perjuangan laki laki untuk menghidupi keluarganya denga cara apapun, meskipun terkadang caranya salah," tutur Surya.

Bagi Surya, keluarga ideal dibangun lewat komunikasi yang jujur, bukan diselesaikan sendirian tanpa berbagi beban.

"Keluarga buat saya satu kesatuan ya. Kadang kita menghadapi masalah, tapi gimana kita komunikasikan dengan jujur dan dibicarakan. Nah di film ini, dia merasa bisa menyelesaikan semua. Karena merasa laki, ya menyelesaikan sendiri," ungkapnya.

Menang Untuk Kalah dan Totalitas Pemainnya

Menang Untuk Kalah bergenre drama keluarga dengan Surya Saputra sebagai Bima, tokoh yang berjuang menghidupi keluarganya dengan cara yang tak selalu benar. Hasto Broto duduk di kursi sutradara.

Metode 24 jam tanpa tidur menjadi penanda pendekatan Hasto dalam membangun emosi pemain. Surya menempatkan pengalaman itu sebagai salah satu momen paling menantang dalam proses syutingnya.

Bagi industri film Indonesia, kerja sama sutradara-pemain seperti ini menunjukkan bahwa pendekatan fisik dan psikologis masih jadi alat utama untuk menghadirkan akting yang meyakinkan di layar lebar.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: kapanlagi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top