TAKENGON — Kepala Kemenag Aceh Tengah Wahdi menyatakan pembangunan turap di MAN 2 Aceh Tengah menjadi wujud nyata kolaborasi antara legislatif dan instansi pendidikan. Dana aspirasi sebesar Rp 200 juta dari Wakil Ketua II DPRK Aceh Tengah Susilawati dialokasikan untuk membangun turap sepanjang 85 meter di lingkungan madrasah.
Wahdi meninjau langsung pembangunan tersebut pada Senin, 21 September 2026. Ia menilai infrastruktur penahan tanah itu penting untuk mencegah erosi dan menjaga keselamatan warga madrasah.
Susilawati bukan nama asing bagi MAN 2 Aceh Tengah. Ia merupakan alumnus madrasah tersebut dan menyebut dukungan pembangunan turap sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
"Alhamdulillah, saya bersyukur dapat ikut berkontribusi untuk madrasah. Apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari kepedulian dan komitmen terhadap pendidikan madrasah di Aceh Tengah," kata Susilawati.
Menurutnya, kontribusi tersebut tidak berhenti pada satu proyek. Ia berharap pembangunan sarana pendidikan di Aceh Tengah terus berlanjut agar kualitas belajar siswa meningkat.
Pembangunan turap menjadi salah satu kebutuhan mendesak MAN 2 Aceh Tengah. Struktur penahan tanah itu berfungsi mencegah longsor dan menjaga stabilitas lahan di sekitar gedung sekolah.
Wahdi menyebut sinergi antara Kemenag dan DPRK Aceh Tengah mempercepat pemenuhan sarana pendidikan. Menurutnya, dukungan legislatif membantu madrasah menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman dan layak.
"Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat berarti dalam mendukung kemajuan madrasah dan memberikan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kita," ujarnya saat meninjau pembangunan turap.
Kemenag Aceh Tengah menargetkan pembangunan turap selesai sesuai jadwal. Setelah turap rampung, pihak madrasah berencana menata ulang area sekitar agar lebih nyaman bagi siswa dan guru.
Dukungan dana aspirasi anggota DPRK menjadi salah satu sumber pembiayaan sarana pendidikan di daerah. Pola ini dinilai efektif mempercepat pembangunan fasilitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam anggaran rutin madrasah.
Wahdi berharap kolaborasi serupa dapat diperluas ke madrasah lain di Aceh Tengah. Pemenuhan infrastruktur pendidikan dinilai menjadi kunci peningkatan mutu layanan pendidikan agama di daerah tersebut.