ACEH — Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyepakati perpanjangan kontrak pelatih Lionel Scaloni dengan skema 2+2, membuka jalan bagi sang juru taktik memimpin Tim Tango hingga Piala Dunia 2030. Kesepakatan itu diambil setelah kontrak lama Scaloni dipastikan berakhir pada 31 Desember 2026.
Kepercayaan AFA kepada Scaloni tidak lepas dari rapor empat gelar juara yang sudah dipersembahkannya sejak menangani tim senior pada 2018. Rinciannya, satu Piala Dunia, dua Copa America, dan satu Finalissima.
Scaloni juga tercatat membawa Argentina melaju hingga partai final Piala Dunia 2026, meski harus puas finis sebagai runner-up. Capaian itu memperkuat posisinya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah Tim Tango.
Berdasarkan laporan Sporting News, struktur perpanjangan kontrak yang disepakati berbentuk 2+2. Artinya, dua tahun masa kontrak utama ditambah opsi perpanjangan dua tahun berikutnya.
Dengan skema tersebut, Scaloni berpeluang besar masih berada di kursi pelatih saat Argentina tampil di Piala Dunia 2030. Kontrak lamanya sendiri akan habis pada 31 Desember 2026.
AFA menilai Scaloni punya pemahaman mendalam soal pemain-pemain muda Argentina. Federasi berharap kemampuan itu bisa menjaga kesinambungan prestasi tim setelah era Lionel Messi berakhir.
Sejauh ini kedua pihak sudah menjalin komunikasi intensif. Scaloni dilaporkan tertarik memperpanjang masa baktinya bersama Argentina, memperkuat sinyal bahwa kesepakatan tinggal menunggu penyelesaian administratif.
Scaloni pertama kali ditunjuk menangani tim senior Argentina pada 2018, awalnya sebagai pelatih sementara sebelum akhirnya dipermanenkan. Sejak itu, ia menjelma sosok sentral di balik kebangkitan Tim Tango.
Perpanjangan kontrak ini menegaskan arah jangka panjang AFA yang ingin menjaga stabilitas tim pelatih di tengah regenerasi skuad pasca-Messi.