AKTI Toyota Wisuda 76 Mahasiswa, 326 Alumni Sudah Bekerja di TMMIN

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Sabtu, 26 September 2026 | 10:04:31 WIB
Prosesi wisuda AKTI Toyota di Aceh melepas 76 lulusan program diploma tahun 2026.

ACEH — Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) mewisuda 76 mahasiswa dari dua program studi diploma pada tahun 2026, terdiri dari 44 lulusan D2 Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat dan 32 lulusan D1 Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi. Sejak berdiri 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan 429 mahasiswa dengan 326 alumni kini bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia. Sebagian alumni bahkan mendapat penugasan hingga Filipina, Thailand, Malaysia, dan Jepang.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyatakan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia bukan program jangka pendek. Menurutnya, AKTI dirancang untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional lewat talenta yang menguasai kompetensi teknis sekaligus memahami standar dan budaya kerja industri.

"Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional," ujar Nandi Julyanto dalam siaran resminya.

Dua Program Studi yang Selaras Kebutuhan Pabrik

Kurikulum AKTI disusun berdasarkan kebutuhan riil di lini produksi. Program D2 TOPKR4 menyiapkan tenaga operasi perakitan kendaraan roda empat, sedangkan D1 TPMO membekali mahasiswa dengan keahlian pemeliharaan mesin dan sistem otomasi. Kombinasi keduanya menyasar posisi-posisi teknis yang paling dibutuhkan pabrik dan pemasok komponen.

Tema wisuda kali ini, "From Learning to Leading: Empowering Future Industry Professionals," menegaskan orientasi AKTI pada kesiapan kerja. Lulusan dibekali keterampilan praktis agar bisa langsung berkontribusi begitu masuk dunia industri, tanpa perlu masa adaptasi panjang.

326 Alumni Sudah Bekerja di TMMIN dan Pemasok

Sejak resmi berdiri pada 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan 429 mahasiswa. Sebanyak 326 alumni di antaranya kini bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia. Angka ini menunjukkan tingkat penyerapan lulusan yang tinggi di ekosistem manufaktur Toyota.

Seiring perjalanan karier, sejumlah alumni mendapat kesempatan mengambil peran lebih besar, termasuk penugasan di Filipina, Thailand, Malaysia, hingga Jepang. Salah satunya Muhammad Safiq, lulusan Angkatan 1 Program TPMO yang kini menjabat Team Leader di Engine Plant Sunter TMMIN.

"Bagi saya, AKTI bukan hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus belajar," kata Safiq.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana menilai bonus demografi menjadi momentum penting bagi Indonesia. Menurutnya, pendidikan dan industri perlu berjalan senada agar kompetensi generasi muda sesuai kebutuhan dunia kerja.

"Indonesia memiliki banyak anak muda dengan potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama," tutur I Nyoman Winaya Adnyana.

Melalui AKTI, TMMIN memposisikan diri bukan sekadar pengguna tenaga kerja, tetapi ikut membentuk kompetensi SDM yang dibutuhkan untuk menjawab perkembangan teknologi dan tantangan industri otomotif ke depan.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top