ACEH TENGAH — Hujan deras yang turun sejak pukul 13.20 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 22.30 WIB memicu luapan air sungai serta membawa material tanah, bebatuan, dan kayu ke sejumlah titik permukiman. BPBD Aceh Tengah mengerahkan dua unit alat berat, satu ekskavator dan satu loader, untuk membersihkan material longsor dan mengeruk sedimen.
Hingga Sabtu malam, petugas menyelesaikan pembersihan longsor di ruas jalan lingkar danau serta pengerukan sedimen di Kampung Mendale. Penanganan di lokasi lain dijadwalkan dilanjutkan Minggu (27/9/2026), dengan pertimbangan hujan yang masih berlangsung dan risiko bekerja pada malam hari.
Di Kecamatan Pegasing, banjir merendam enam kampung: Kedelah, Ie Relop, Sukadamai, Paya Jeget, Wih Nareh, dan Uring. Sungai serta saluran drainase di wilayah itu tidak mampu menampung air hujan yang turun deras.
Banjir juga melanda Kampung Kekelip, Kecamatan Atu Lintang. Air sempat merendam sekolah dan rumah penduduk, sekaligus melumpuhkan akses jalan warga.
Di Kecamatan Rusip Antara, aliran air yang membawa tanah dan bebatuan melumpuhkan ruas jalan nasional Takengon–Pameu. Laporan BPBD belum memuat kepastian waktu pemulihan akses pada ruas tersebut.
Longsor di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, menutup jalan lingkar danau yang berstatus jalan provinsi. Material bebatuan dan kayu juga menumpuk di sejumlah aliran sungai sehingga menyebabkan pendangkalan.
Jembatan gantung di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, hanyut diterjang derasnya arus sungai. Menurut laporan BPBD, jembatan tersebut baru saja dibangun oleh TNI. Laporan itu belum menjelaskan ketersediaan jalur alternatif bagi warga setelah jembatan hanyut.
Dalam prakiraan cuaca yang diterbitkan 25 September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memasukkan Aceh sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan berintensitas sedang pada periode 25–27 September dan 28 September–1 Oktober 2026.
BMKG juga mengingatkan potensi genangan dan longsoran material akibat hujan lokal. Peringatan itu sejalan dengan catatan BNPB dalam keterangan tertulis pada 6 Mei 2026 bahwa tanah jenuh air di lereng dan perbukitan, disertai drainase yang tidak optimal, dapat memperbesar risiko banjir dan longsor.
BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan mewaspadai retakan tanah, suara gemuruh dari lereng, serta kenaikan muka air sungai secara cepat.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan kejadian darurat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Aceh Tengah melalui nomor 0812-6425-7378, sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.
Jumlah rumah dan warga terdampak serta nilai kerugian akibat bencana ini belum dirinci BPBD. Hingga pembaruan laporan pukul 22.50 WIB, tidak ada korban meninggal dunia, korban luka, maupun pengungsi yang dilaporkan.