ACEH — Lima model listrik Wuling resmi mencatat TKDN 60 persen, naik dari sebelumnya 40 persen, setelah perakitan baterai dilakukan di dalam negeri. Peningkatan ini mencakup New BinguoEV, New Cloud EV, Darion EV, Eksion EV, dan Aira EV yang diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat. Wuling menyebut capaian ini sebagai modal memperluas rantai pasok lokal untuk kendaraan listrik.
Wuling Motors mengumumkan bahwa lima model kendaraan listriknya kini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen. Angka itu naik dari posisi sebelumnya 40 persen. Pengumuman disampaikan langsung oleh manajemen Wuling di Indonesia.
Vice President Wuling Motors, Arif Pramadana, menyebut capaian TKDN ini sebagai dorongan untuk memperbesar kontribusi perusahaan terhadap industri otomotif nasional. Menurutnya, pengembangan proses produksi dan perakitan baterai secara lokal memberi nilai tambah bagi industri dalam negeri.
Lompatan TKDN dari 40 persen ke 60 persen ditopang oleh perakitan baterai yang dilakukan di dalam negeri. Proses tersebut mencakup pengemasan baterai atau battery packing, pelindung baterai (housing), serta rangkaian kabel (wiring and harness).
Baterai merupakan komponen bernilai tinggi dalam kendaraan listrik. Dengan mengerjakan sebagian prosesnya di dalam negeri, Wuling tidak hanya menaikkan kandungan lokal, tetapi juga membuka ruang pengembangan kemampuan manufaktur komponen elektrifikasi di Indonesia.
Fasilitas manufaktur Wuling di Cikarang, Jawa Barat, menjalankan rangkaian produksi dari pengelasan bodi (Body Shop), pengecatan (Paint Shop), perakitan akhir (General Assembly), hingga pemeriksaan kualitas (Quality Check). Seluruh tahapan itu melibatkan tenaga kerja lokal.
Wuling juga menggandeng sejumlah pemasok domestik untuk memenuhi kebutuhan komponen. Beberapa di antaranya PT Asahimas Flat Glass, PT Gajah Tunggal Tbk, dan PT GS Battery. Keterlibatan pemasok ini membuat manfaat investasi manufaktur menjangkau perusahaan pendukung di dalam negeri.
Kelima kendaraan dengan TKDN 60 persen menyasar kebutuhan konsumen yang berbeda. Berikut pemetaannya:
Keberagaman produk ini memperlihatkan strategi Wuling memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia. Lokalisasi produksi berjalan seiring pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Pekerjaan rumah yang tersisa adalah memperluas kemampuan pemasok lokal. Semakin banyak komponen bernilai tinggi yang bisa diproduksi di dalam negeri, semakin besar manfaat yang diraih industri otomotif Indonesia dari pertumbuhan pasar kendaraan listrik.
Pencapaian TKDN 60 persen pada lima model sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan mobil listrik di Indonesia tidak berhenti pada perakitan kendaraan dari komponen impor. Wuling mulai memperkuat rantai produksi domestik, termasuk lewat perakitan baterai.