TAKENGON — Inspeksi berlangsung bersamaan dengan kegiatan gotong royong di lingkungan dinas. Haili Yoga menemukan papan nama dan penunjuk kantor belum terpasang jelas, padahal instansi ini bertanggung jawab atas pengembangan sektor pariwisata daerah.
Ia juga meminta seluruh pegawai turun langsung dalam kerja bakti. Kebersihan lingkungan kantor, menurutnya, bukan tugas petugas kebersihan semata.
Bupati menyoroti absennya penanda instansi yang mudah dikenali warga. Sebagai dinas yang mengurus pariwisata, kantor tersebut semestinya memperlihatkan karakter Aceh Tengah sejak dari halaman depan.
Persoalan kedisiplinan pegawai masuk dalam catatan sidak. Haili Yoga menekankan kehadiran dan keterlibatan jajaran dalam kegiatan kantor perlu diperbaiki.
Haili Yoga meminta Dinas Pariwisata menerjemahkan visi dan misi pemerintah daerah menjadi program yang bisa diukur. Pengembangan Kampung Inggris disebut sebagai salah satu yang harus segera diperjelas bentuk dan targetnya.
Arahan lain menyasar Duta Wisata Win Ipak. Menurut bupati, duta wisata tidak cukup mempromosikan destinasi, tetapi juga menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat.
Program yang dimaksud mencakup Gerakan Gemar Membaca Al-Qur'an, Aceh Tengah Bersih, dan sejumlah agenda pembangunan daerah. Penyampaian informasi bisa lewat kegiatan promosi maupun kunjungan ke wilayah-wilayah.
Haili Yoga menjadwalkan kunjungan balik ke Dinas Pariwisata pada Senin (9/11/2026) pukul 15.00 WIB. Agenda itu untuk melihat perkembangan pembenahan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama setahun terakhir.
Bupati berharap dinas tersebut mampu menunjukkan karakter dan potensi Aceh Tengah lewat program yang terarah, promosi aktif, serta keterlibatan seluruh jajaran.