Pencarian

Tesla Transaksi Rp8,6 Triliun dengan Perusahaan Elon Musk Lainnya

Jumat, 01 Mei 2026 • 23:05:05 WIB
Tesla Transaksi Rp8,6 Triliun dengan Perusahaan Elon Musk Lainnya
Tesla mencatat transaksi sebesar Rp8,6 triliun dengan perusahaan lain milik Elon Musk pada 2025.

Dalam laporan tahunan yang diamandemen ke Securities and Exchange Commission (SEC) pada 30 April, Tesla mengungkapkan rincian lengkap tentang bagaimana perusahaan-perusahaan Elon Musk saling bertransaksi. Data ini memberikan gambaran paling komprehensif sejauh ini tentang kompleksitas keuangan empire Musk.

Breakdown Transaksi Terkait Pihak

SpaceX menjadi pembeli terbesar kendaraan Tesla. Tahun 2025, SpaceX membeli 1.279 Cybertruck hanya di kuartal keempat—mencapai 18% dari seluruh registrasi Cybertruck di AS pada periode tersebut. Tesla mencatat $143,3 juta dari penjualan ini. Di sisi pengeluaran, Tesla membayar SpaceX $11,4 juta untuk perjanjian komersial dan lisensi, ditambah $400.000 untuk penggunaan pesawat milik SpaceX.

xAI menjadi kontributor terbesar dengan $430,1 juta dalam pendapatan Tesla. Uang ini terutama dari penjualan produk Megapack—sistem penyimpan energi besar-besaran—untuk menggerakkan operasi pusat data xAI. Menariknya, penjualan ini terus berlanjut ke 2026, menghasilkan $78,1 juta tambahan hanya hingga Februari. Tesla juga mengeluarkan $4 juta untuk layanan konsultasi ke xAI.

Platform X (Twitter) menerima $3,3 juta dari Tesla untuk kampanye iklan multi-platform. Ini menarik perhatian karena Tesla dikenal menolak beriklan selama bertahun-tahun, namun kini membeli iklan di platform media sosial milik bosnya sendiri.

The Boring Company menerima $900.000 dari Tesla untuk perjanjian komersial, kemungkinan terkait dengan terowongan yang dibangun perusahaan ini di bawah Gigafactory Texas untuk menghubungkan lini produksi Cybertruck ke area pemuatan.

Perusahaan Keamanan Musk menerima $4,8 juta dari Tesla tahun 2025 untuk layanan keamanan kepada Elon Musk. Laporan mencatat ini hanya "sebagian dari total biaya" keamanan Musk.

Redwood Materials, perusahaan daur ulang baterai milik JB Straubel, melakukan transaksi dengan Tesla. Tesla membayar $3,3 juta kepada perusahaan ini sekaligus mengakui pengurangan harga pokok penjualan sebesar $12,9 juta dari penjualan material rongsokan.

Investasi $2 Miliar yang Berubah Menjadi Saham SpaceX

Yang lebih dramatis adalah bagaimana investasi Tesla $2 miliar dalam xAI berubah total. Pada 16 Januari 2026, Tesla setuju menginvestasikan $2 miliar di putaran Series E xAI Holdings. Namun beberapa minggu kemudian, SpaceX mengakuisisi xAI Holdings, dan saham preferred xAI milik Tesla secara otomatis berubah menjadi saham biasa Class A SpaceX.

Artinya, pemegang saham Tesla yang setuju menginvestasikan $2 miliar di perusahaan AI kini malah memiliki saham minoritas di perusahaan roket. Laporan tidak mengungkapkan besaran saham tersebut, namun media melaporkan nilainya kurang dari 1% dari SpaceX.

Skala Keterkaitan Bisnis

Total transaksi Tesla dengan perusahaan Musk lainnya tahun 2025:

Pendapatan: $573,4 juta ($430,1 juta dari xAI + $143,3 juta dari SpaceX)
Pengeluaran: $24,8 juta
Investasi Ekuitas: $2 miliar

$573 juta adalah angka material mengingat Tesla menghasilkan $97,7 miliar pendapatan total tahun 2025. Penjualan Megapack ke xAI saja mencakup 3,4% dari seluruh pendapatan divisi energi Tesla. Sementara pembelian Cybertruck SpaceX turut mengangkat angka penjualan truck di saat permintaan konsumen sedang melambat.

Tesla menyatakan semua transaksi dilakukan "dengan tarif yang tersedia umum untuk pihak ketiga yang tidak terafiliasi dalam keadaan yang sama atau serupa" dan telah ditinjau oleh Komite Audit Tesla. Namun, banyaknya pihak lawan transaksi—SpaceX, xAI, X, The Boring Company, dan firma keamanan milik Musk—yang semuanya dikendalikan satu orang yang memimpin Tesla, adalah hal sulit diabaikan bagi investor dan regulator.

Bagikan
Sumber: electrek.co

Berita Terkini

Indeks