Banda Aceh — Abi Roni, politisi Partai Gerindra dengan nama lengkap Roni Guswandi, memenangkan kursi kepemimpinan FPTI Aceh tanpa kontes dalam pemilihan aklamasi. Keputusan ini menutup dinamika pencalonan ketua yang telah berlangsung sebelumnya, dengan dukungan mayoritas dari pengurus cabang di seluruh Aceh.
Musprov dilangsungkan dengan kehadiran langsung dari pengurus inti FPTI Aceh dan wakil dari struktur kabupaten/kota yang tersebar di provinsi. Sesi juga menampilkan partisipasi Dadang Sukandar mewakili Pengurus Pusat (PP) FPTI melalui konferensi video, memastikan legitimasi dari tingkat nasional.
Visi Prestasi Nasional dan Pengelolaan Organisasi
Platform yang diusung Abi Roni berfokus pada "Membangun tata kelola organisasi menuju prestasi Nasional." Misi operasionalnya meliputi pengelolaan organisasi berbasis Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), koordinasi dan perencanaan siklus kompetisi, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Rencana kerjanya juga mencakup peningkatan kualitas tim teknis, meliputi pelatih, pembuat jalur, dan juri pertandingan. Fokus ini menunjukkan komitmen memperkuat infrastruktur olahraga panjat tebing di tingkat regional.
Mengakhiri Dinamika Internal, Fokus ke PON XXII
Dalam sambutannya yang pertama, Abi Roni menekankan perlunya menutup dinamika pencalonan yang telah terjadi. "Dinamika sangat normatif terjadi di mana saja, apalagi di sebuah organisasi. Makanya hari ini dengan suasana baru dan keputusan baru Abi bermohon untuk semua para senior dan keluarga besar FPTI, dinamika hari ini berakhir. Sesudah Musprov kita hari ini tidak ada yang namanya kubu-kubuan," ujarnya.
Ketua FPTI Aceh terpilih juga mengalamatkan salam hormat kepada senior-senior organisasi yang telah mengajarkan dinamika sehat dalam berorganisasi. Ia menekankan komitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan program pengembangan olahraga panjat tebing yang telah dijalankan pengurus periode sebelumnya.
Persiapan Menjelang PON XXII 2028
Abi Roni mengangkat urgency terkait Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan diselenggarakan tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah bersama. Ia melihat potensi besar atlet panjat tebing Aceh dalam arena nasional tersebut.
"Kami perlu duduk kembali dan membahas apa saja yang harus dilakukan mengingat potensi kita sangat besar di FPTI," katanya. Pernyataan ini mengindikasikan rencana evaluasi mendalam terhadap strategi pengembangan atlet dan kompetisi menjelang ajang empat tahunan tersebut.
Komitmen Melanjutkan dan Meningkatkan Program
Abi Roni mengucapkan apresiasi kepada pengurus dimisioner atas kontribusi mereka dalam pengembangan olahraga panjat tebing. "Apapun hal yang baik yang telah dijalankan oleh pengurus yang lalu itu akan kita lanjutkan dan akan kita tingkatkan pada periode selanjutnya," tegasnya.
Pesan penutupnya menekankan diperlukan kerja keras dan semangat besar untuk mewujudkan FPTI Aceh yang semakin berkembang. Tone ini mencerminkan transisi kepemimpinan yang berupaya menjaga kontinuitas sambil membawa agenda baru.