Pencarian

Standar Daycare Aman Menurut IDAI untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Sabtu, 02 Mei 2026 • 05:29:29 WIB
Standar Daycare Aman Menurut IDAI untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
IDAI menetapkan standar nasional untuk operasional daycare demi keamanan dan perkembangan anak.

Memilih tempat penitipan anak bukan sekadar mencari lokasi terdekat, melainkan memastikan keamanan serta kualitas pengasuhan yang setara dengan keluarga. Artikel ini membahas standar resmi IDAI bagi operasional daycare agar Ibu lebih tenang meninggalkan si Kecil saat bekerja di kantor.

Kegelisahan sering kali melanda para ibu bekerja saat harus menitipkan buah hati di tempat pengasuhan anak. Rasa khawatir mengenai keamanan, kebersihan, hingga pola stimulasi yang diberikan menjadi hal yang sangat wajar. Menanggapi fenomena ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan tegas terkait standarisasi tempat pengasuhan anak di Indonesia.

IDAI mendorong agar setiap tempat pengasuhan anak atau daycare memiliki kompetensi berstandar nasional. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi penyelenggaraan Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah diatur oleh undang-undang. Standarisasi ini bertujuan agar kualitas layanan yang diterima anak tidak sekadar "titip", tetapi benar-benar mendukung fase emas pertumbuhannya.

Pentingnya Standar Nasional Pendidikan di Daycare

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, DR. dr. Fitri Hartanto Sp.A Subsp TKPSK (K), menekankan bahwa pengawasan harus memastikan seluruh fasilitas dan metode pembelajaran didukung oleh standar nasional pendidikan. Standar ini berlaku baik di bawah binaan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).

"Pembinaan pengawasan penyelenggaraan sudah ada regulasinya, bahwa dari dinas pendidikan membina, mengawasi bagi tenaga penilai dalam peningkatan mutu PAUD yang melalui pembinaan, pemantauan, pembinaan guru dan kepala sekolah," kata DR. dr. Fitri Hartanto.

Ibu perlu memahami bahwa standar nasional ini mencakup banyak aspek vital. Mulai dari kompetensi lulusan, standar isi pengajaran, hingga standar proses pengasuhan harian. Dengan mematuhi aturan ini, daycare bukan lagi sekadar tempat bermain, melainkan lembaga yang memiliki kurikulum jelas untuk menstimulasi motorik dan kognitif si Kecil secara terukur.

Daycare Sebagai Pengganti Lingkungan Keluarga

Filosofi penitipan anak yang ideal adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, layaknya di rumah sendiri. Berdasarkan aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2014, daycare semestinya menjadi tempat yang mendukung anak bersosialisasi dengan sehat di bawah pengawasan tenaga profesional.

DR. dr. Fitri Hartanto menjelaskan lebih lanjut mengenai fungsi sosial daycare bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu. "Artinya ketika anak ini karena kurangnya waktu atau tidak ada kesempatannya orang tua untuk mengasuh dengan baik maka orang tua meminta pertolongan kepada lingkungan, dalam hal ini lingkungan masyarakat yang bisa memfasilitasi daycare, maka hal itu juga tujuannya harus sama berkait dengan pengasuhan, bukan hanya dititipkan," ujarnya.

Pesan kunci bagi Ibu adalah mencari tempat yang mengedepankan unsur pengasuhan (nurturing). Daycare yang baik akan memantau jadwal makan, jam tidur siang, hingga interaksi sosial anak secara detail. Pastikan pengelola daycare memiliki visi yang sama dengan Ibu dalam mendidik anak agar konsistensi pola asuh tetap terjaga meski Ibu sedang bekerja.

Evaluasi Pengawasan untuk Cegah Kekerasan pada Anak

Isu kekerasan di tempat penitipan anak menjadi perhatian serius bagi IDAI. Lemahnya pengawasan dan belum adanya aturan rinci di tingkat pemerintah daerah sering kali menjadi celah terjadinya tindakan yang merugikan anak. Oleh karena itu, audit rutin terhadap layanan pengasuhan sangat mendesak untuk dilakukan.

Tanggung jawab pengawasan ini sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Pada pasal 12 ayat 1, disebutkan bahwa tanggung jawab pengawasan ada pada pemerintah daerah di bidang pendidikan anak usia dini sebagai pelayanan dasar. Pihak yang terlibat meliputi Bupati, Kepala Dinas Pendidikan setempat, hingga pemilik PAUD atau daycare tersebut.

Pemerintah daerah diharapkan memiliki agenda rutin untuk melakukan audit lapangan. Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap daycare melakukan praktik pengasuhan sesuai standar nasional. Dengan pengawasan yang ketat, risiko malpraktik pengasuhan atau kekerasan fisik dan verbal dapat diminimalisir sedini mungkin.

Tips Memilih Daycare yang Sesuai Standar IDAI

Sebelum memutuskan untuk mendaftarkan si Kecil, Ibu bisa melakukan survei mandiri untuk melihat apakah daycare tersebut memenuhi kriteria keamanan dasar. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Ibu periksa saat melakukan visit ke lokasi:

  • Cek izin operasional resmi dari Dinas Pendidikan setempat.
  • Tanyakan rasio jumlah pengasuh dan jumlah anak (idealnya 1 pengasuh untuk 3-5 balita).
  • Pastikan lingkungan fisik aman, seperti adanya pagar pengaman tangga dan tidak ada sudut furnitur yang tajam.
  • Amati bagaimana cara pengasuh berinteraksi dengan anak-anak lain di sana.
  • Tanyakan prosedur penanganan darurat jika anak sakit atau mengalami cedera.

Keamanan dan kebahagiaan si Kecil adalah prioritas utama. Memilih daycare yang patuh pada aturan pemerintah bukan hanya soal mengikuti prosedur administratif, tetapi merupakan langkah nyata Ibu dalam melindungi hak tumbuh kembang anak secara optimal.

Bagikan
Sumber: beritanasional.com

Berita Terkini

Indeks