LHOKSUKON — Jasmani, S.Pd., MSM, seorang pendidik asal Kabupaten Aceh Utara, sukses menorehkan prestasi internasional dengan meraih penghargaan Penggerak Etnik Nusantara tingkat Asia Tenggara. Capaian ini diumumkan secara resmi usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lhoksukon, Senin (4/5/2026).
Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Jasmani dalam menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal sebagai jati diri bangsa. Di tengah gempuran modernisasi, ia dinilai konsisten menjadikan entitas etnik sebagai instrumen perdamaian dan kolaborasi di kawasan regional.
"Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan simbol bahwa budaya Nusantara memiliki daya tarik dan kekuatan luar biasa di mata dunia, khususnya di Asia Tenggara," ujar Jasmani dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Misi Diplomasi Budaya dan Dokumentasi Generasi Z
Ada tiga poin krusial yang membuat Jasmani layak menerima penghargaan ini. Pertama, keberhasilannya memperkuat hubungan emosional dan budaya lintas negara di kawasan Nusantara. Langkah ini dinilai efektif dalam merawat persaudaraan serumpun melalui jalur kebudayaan.
Kedua, Jasmani aktif menginisiasi dokumentasi serta promosi adat istiadat etnik yang menyasar Generasi Z dan milenial. Pendekatan ini dianggap krusial agar nilai-nilai leluhur tidak tergerus zaman dan tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di era digital.
Ketiga, ia berhasil menjadikan identitas etnik sebagai jembatan kolaborasi regional. Inisiatif ini membuka ruang dialog yang lebih luas bagi para pegiat budaya di tingkat internasional untuk terus berinovasi memperkenalkan kekayaan Nusantara ke panggung global.
Dorong Kebangkitan Guru di Kabupaten Aceh Utara
Selain fokus pada isu kebudayaan, Jasmani memanfaatkan momentum ini untuk membakar semangat para tenaga pendidik di Aceh Utara. Ia menekankan bahwa peran guru adalah garda terdepan dalam menciptakan perubahan besar di dunia pendidikan.
"Kita ingin semua guru terbaik di Aceh Utara bangkit. Partisipasi aktif dari Bapak dan Ibu guru sangat menentukan masa depan pendidikan kita agar semakin berjaya di kancah nasional maupun internasional," kata Jasmani.
Menurutnya, semangat kolaborasi antar-guru menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan yang kian kompleks. Inovasi berkelanjutan diperlukan agar kualitas sumber daya manusia (SDM) di Aceh Utara dapat bersaing secara signifikan di level nasional.
Melalui pencapaian ini, Jasmani berharap muncul semangat baru bagi para pegiat budaya dan guru lainnya untuk terus berkarya. Penguatan komitmen dalam memajukan dunia pendidikan dan budaya diharapkan mampu membawa Aceh Utara ke arah yang lebih maju.