Pencarian

Chelsea Tumbang 1-3 dari Nottingham Forest, Mimpi Liga Champions

Senin, 04 Mei 2026 • 02:07:02 WIB
Chelsea Tumbang 1-3 dari Nottingham Forest, Mimpi Liga Champions

Chelsea menelan kekalahan keenam beruntun di liga setelah dipermalukan Nottingham Forest 1-3 di Stamford Bridge, Senin malam. Hasil ini memastikan The Blues hampir mustahil menembus zona Liga Champions dan kini tertahan di peringkat sembilan klasemen Premier League.

Kekalahan memalukan di kandang sendiri menjadi puncak keterpurukan skuad asuhan pelatih interim Calum McFarlane. Meski Joao Pedro sempat mencetak gol salto di masa injury time, aksi tersebut gagal menutupi performa buruk tuan rumah yang tampil tanpa arah sepanjang laga.

Hasil ini mencatatkan sejarah kelam bagi klub asal London Barat tersebut. Untuk pertama kalinya sejak November 1993, Chelsea kalah dalam enam pertandingan liga secara berturut-turut. Stadion Stamford Bridge pun menjadi saksi bisu kemarahan suporter yang melakukan aksi walk-out massal sebelum peluit panjang dibunyikan.

Catatan Kelam di Stamford Bridge dan Kritik Tajam Carragher

Kekalahan dari tim papan bawah seperti Nottingham Forest menunjukkan rapuhnya mentalitas pemain. Statistik mencatat ini adalah kali kedua Chelsea kalah dalam empat laga kandang beruntun, sebuah rekor buruk yang terakhir kali terjadi pada 1978.

Eks bek Liverpool, Jamie Carragher, tidak ragu menyebut Chelsea sebagai "klub yang rusak". Ia menyoroti ketimpangan kualitas pemain di lapangan dengan hasil yang diraih.

"Ini sangat mengejutkan dan masalahnya bermula dari atas. Ada lima atau enam pemain top di lapangan hari ini, tapi mereka dikalahkan oleh tim pelapis Nottingham Forest," ujar Carragher kepada Sky Sports. Menurutnya, tidak ada lagi koneksi antara pemain, staf, dan pendukung klub saat ini.

Mantan kiper Chelsea, Mark Schwarzer, turut mengecam kurangnya gairah bertanding para pemain. "Chelsea kehabisan alasan sekarang. Mereka terlihat seperti tim yang tidak punya tujuan besar di depan mata. Para pemain harus mulai bertanggung jawab," tegasnya melalui BBC Radio 5 Live.

Ancaman Sanksi UEFA dan Kerugian Finansial Masif

Kegagalan lolos ke Liga Champions bukan sekadar masalah prestasi, melainkan ancaman serius bagi stabilitas finansial BlueCo sebagai pemilik klub. Chelsea baru saja melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar £262 juta dalam laporan keuangan 2024-2025.

Perbedaan pendapatan antara kompetisi kasta tertinggi Eropa dengan ajang lainnya sangat mencolok:

  • Liga Champions: Estimasi pendapatan mencapai lebih dari £100 juta (termasuk tiket dan sponsor).
  • Conference League: Hanya menghasilkan sekitar £15 juta bagi sang juara.

Situasi ini kian pelik karena Chelsea terikat perjanjian penyelesaian dengan UEFA setelah melanggar aturan pengeluaran skuad pada musim 2023-2024. Regulasi menetapkan bahwa Chelsea tidak boleh mencatatkan kerugian lebih dari £52,2 juta setelah penyesuaian tertentu pada akhir Juni nanti.

Jika kerugian melampaui ambang batas £69,7 juta, The Blues terancam sanksi berupa denda £17,4 juta hingga larangan bertanding di kompetisi Eropa selama satu musim. Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menyebut Chelsea selama ini menghindari sanksi domestik melalui transaksi internal, namun aturan UEFA jauh lebih ketat terhadap praktik tersebut.

Mencari Nakhoda Baru di Tengah Krisis

Dengan tiga pertandingan tersisa, jarak 10 poin dari Aston Villa di posisi kelima sudah tidak mungkin dikejar. Manajemen kini fokus mencari manajer permanen untuk musim depan guna memperbaiki kekacauan ini.

Beberapa nama pelatih papan atas mulai dikaitkan dengan kursi panas di Stamford Bridge. Xabi Alonso (Real Madrid), Andoni Iraola (Bournemouth), dan Marco Silva (Fulham) masuk dalam bursa calon kuat yang diharapkan mampu menavigasi bursa transfer mendatang dengan lebih cerdik di bawah tekanan aturan finansial UEFA.

Bagikan
Sumber: bbc.com

Berita Terkini

Indeks