Pencarian

Bupati Gayo Lues Minta Kualitas Pendidikan Tak Merosot Pascabencana

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:03:01 WIB
Bupati Gayo Lues Minta Kualitas Pendidikan Tak Merosot Pascabencana
Bupati Gayo Lues Suhaidi menegaskan pentingnya menjaga kualitas pendidikan pascabencana banjir bandang.

BLANGKEJEREN — Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menekankan bahwa bencana alam yang melanda wilayahnya beberapa bulan lalu tidak boleh menjadi alasan penurunan kualitas pendidikan. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Gayo Lues, Senin (4/5/2026).

Kondisi infrastruktur pendidikan di Gayo Lues pascabencana banjir bandang memang belum sepenuhnya pulih. Suhaidi mengungkapkan, kerusakan fasilitas belajar mengajar di sejumlah titik masih memaksa para siswa melakukan aktivitas di bawah tenda-tenda darurat.

Siswa Masih Belajar di Tenda Darurat

"Banyak sekali sarana prasarana pendidikan kita yang rusak, bahkan sampai hari ini masih ada anak-anak kita yang belajar di tenda-tenda," ujar Suhaidi usai membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia meminta Dinas Pendidikan Gayo Lues mengambil tanggung jawab penuh untuk menjamin proses belajar mengajar tetap berjalan efektif di seluruh wilayah terdampak. Suhaidi tidak ingin kendala fisik menghambat capaian akademik para siswa di Kabupaten Gayo Lues.

Pemerintah daerah juga diinstruksikan untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah yang hancur. Koordinasi intensif dengan kementerian terkait menjadi kunci pemulihan fasilitas yang rusak permanen.

Uji Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah

Selain fokus pada infrastruktur, Suhaidi mengumumkan rencana untuk menguji kualitas tenaga pendidik dalam waktu dekat. Ujian ini tidak hanya menyasar para pelajar, tetapi juga mencakup guru hingga kepala sekolah di seluruh kabupaten.

"Hal tersebut dilakukan agar para pelajar di Gayo Lues dapat bersaing dengan pelajar-pelajar yang berada di luar wilayah Gayo Lues," tegasnya. Langkah ini diambil untuk memetakan kapasitas guru serta memastikan standar pengajaran tetap tinggi di tengah keterbatasan fasilitas.

Bupati juga merencanakan pembangunan sekolah percontohan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah-sekolah ini diproyeksikan menjadi rujukan standar mutu bagi institusi pendidikan lainnya di Gayo Lues pada masa mendatang.

Kolaborasi dengan PGRI dan MPD

Dalam upaya mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan, Suhaidi mengajak organisasi profesi seperti PGRI dan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) untuk lebih proaktif. Menurutnya, kedua lembaga ini merupakan wadah strategis untuk mendiskusikan hambatan di lapangan.

"Masih banyak sekali persoalan pendidikan di Gayo Lues, walaupun secara umum di Indonesia masih seperti itu. Tetapi, mari kita sama-sama fokus membangun pendidikan di daerah kita," lanjut Suhaidi.

Ia juga membuka ruang diskusi bagi para pemerhati pendidikan untuk merumuskan formula terbaik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Negeri Seribu Bukit tersebut. Suhaidi berharap kolaborasi lintas sektor mampu membawa pendidikan Gayo Lues keluar dari masa sulit pascabencana.

Bagikan
Sumber: dialeksis.com

Berita Terkini

Indeks