Pencarian

Inflasi Aceh Turun ke 3,88 Persen, Mualem Jamin Stok Pangan Iduladha

Rabu, 06 Mei 2026 • 09:38:47 WIB
Inflasi Aceh Turun ke 3,88 Persen, Mualem Jamin Stok Pangan Iduladha
Inflasi tahunan Aceh turun menjadi 3,88 persen pada April 2026.

BANDA ACEH — Tren kenaikan harga barang dan jasa di Provinsi Aceh mulai menunjukkan tanda-tanda pelandaian. Berdasarkan data terbaru April 2026, inflasi tahunan (year-on-year) Aceh tercatat sebesar 3,88 persen, turun tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 5,31 persen.

Secara bulanan (month-to-month), inflasi Aceh berada di angka 0,23 persen. Posisi ini membawa Aceh semakin dekat dengan sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pada rentang 2,5 persen plus minus 1 persen. Penurunan ini dipicu oleh intensifnya program pengendalian harga di berbagai daerah.

Faktor Bencana di Aceh Tengah dan Komoditas Pemicu

Meskipun secara provinsi mengalami penurunan, disparitas harga antarwilayah masih terlihat cukup mencolok. Aceh Tengah mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 4,93 persen. Kondisi ini dipicu oleh gangguan distribusi logistik akibat bencana banjir dan tanah longsor yang sempat memutus akses transportasi ke wilayah dataran tinggi tersebut.

Sebaliknya, tingkat inflasi terendah berada di Meulaboh dengan angka 3,14 persen. Secara umum, komoditas beras masih memberikan andil inflasi terbesar yakni 0,73 persen, disusul emas perhiasan 0,56 persen, serta nasi dengan lauk. Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga ikan dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama.

Pasokan 284 Ton Gula dan Gerakan Pangan Murah

Menghadapi potensi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Iduladha pada Mei 2026, Pemerintah Aceh telah menyiapkan serangkaian intervensi. Fokus utama terletak pada penyaluran komoditas pokok di 11 kabupaten/kota melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar di lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK).

Pemerintah Aceh menargetkan penyaluran 284 ton gula konsumsi dan 36 ton minyak goreng curah untuk menjaga keseimbangan pasar. Selain itu, Pasar Tani di Banda Aceh tetap dioptimalkan sebagai jalur alternatif bagi warga untuk mendapatkan bahan pangan segar langsung dari produsen dengan harga di bawah pasar.

Mualem Tekankan Sinergi TNI-Polri Awasi Distribusi

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, memberikan apresiasi atas kerja lintas sektoral yang berhasil menekan angka inflasi. Ia menegaskan bahwa pengawasan di lapangan, terutama dalam aspek kelancaran distribusi, menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah saat ini.

“Alhamdulillah, inflasi Aceh menunjukkan tren yang semakin terkendali. Ini merupakan hasil dari sinergi dan langkah konkret yang terus kita lakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah,” ujar Mualem.

Ia juga menyoroti peran strategis aparat keamanan dalam memastikan tidak ada hambatan pada jalur logistik pangan. “Saya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, termasuk TNI dan Polri, yang telah membantu memastikan distribusi pangan tetap lancar dan situasi tetap kondusif. Ini sangat penting dalam menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Langkah pengendalian ini melibatkan kolaborasi antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh, BPS, Satgas Pangan, hingga Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Aceh. Sinergi ini difungsikan sebagai sistem peringatan dini untuk memantau dinamika harga di tingkat pedagang eceran secara harian.

Bagikan

Berita Terkini

Indeks