BANDA ACEH — Personel Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh kembali dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan saat pelepasan jemaah haji. Fokus utama petugas adalah memastikan iring-iringan bus tidak terjebak macet di titik rawan menuju Blang Bintang, Aceh Besar.
Fokus Sterilisasi Jalur dan Titik Rawan Macet
Rahmad Satriawan, Ketua Tim Dalops Dishub Aceh, menjelaskan bahwa penempatan personel dilakukan pada lokasi-lokasi strategis antara Asrama Haji dan bandara. Langkah ini diambil agar bus pengangkut jemaah memiliki ruang gerak yang bebas hambatan di jalan raya.
"Kami menempatkan personel di titik-titik strategis. Tujuannya untuk memastikan bus jemaah bergerak aman, lancar, dan tiba di bandara sesuai jadwal penerbangan," ujar Rahmad saat bertugas di Asrama Haji Banda Aceh.
Petugas di lapangan secara aktif melakukan sterilisasi jalur untuk mencegah kendaraan umum memotong rangkaian konvoi. Hal ini krusial mengingat jadwal penerbangan haji memiliki batasan waktu yang sangat ketat.
Sinergi Pengaturan Parkir dan Akses Keluar Masuk
Selain pengawalan di jalan raya, Dishub Aceh juga berkolaborasi dengan pihak Kepolisian untuk mengelola area internal asrama. Penataan parkir menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tidak terganggu oleh kepadatan kendaraan keluarga pengantar jemaah.
Sinergi antarinstansi ini bertujuan memberikan pelayanan transportasi yang maksimal bagi para tamu Allah. Petugas memastikan akses keluar masuk Asrama Haji tetap tertata rapi sehingga tidak menimbulkan tumpukan kendaraan yang dapat merambat ke jalan protokol.
Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran operasional haji tahun 2026 di Aceh. Seluruh personel tetap disiagakan hingga prosesi pelepasan Kloter 03 tuntas dan bus jemaah memasuki area apron bandara.