Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si., membuka pelatihan ini dengan pesan tegas. Ia menyebut perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pendidikan secara fundamental. “Guru adalah garda terdepan menyiapkan siswa menghadapi abad ke-21 yang menuntut berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan melek teknologi,” ujarnya.
Coding dan AI: Dari Tren Menjadi Kebutuhan Pedagogis
Muslim menegaskan coding dan AI bukan sekadar tren. “Coding adalah dasar pengembangan teknologi digital, sementara AI sudah dimanfaatkan untuk pembuatan media pembelajaran, analisis hasil belajar, hingga administrasi,” jelasnya. Tanpa peningkatan kompetensi digital guru, transformasi pendidikan hanya akan menjadi wacana.
Empat Kelas Intensif, Empat Narasumber Lokal
Kepala Bidang Pembinaan PTK Disdikbud Bireuen, Abdul Majid, S.H., MM, melaporkan 110 peserta dibagi ke dalam empat kelas. Materi mencakup dasar coding dan pemanfaatan tools AI untuk pengajaran. Empat narasumber yang dihadirkan adalah guru berprestasi lokal: Gustina Fitriani, S.Pd (SMA Negeri 1 Gandapura), Khairul Azmi, S.Kom (UPTD SD Negeri 19 Bireuen), Yunita, S.Pd (UPTD SMP Negeri 1 Bireuen), dan Irmayani, S.Pd (UPTD SD Negeri 13 Bireuen).
Target Akhir: Lahirkan Inovator, Bukan Sekadar Pengguna
Abdul Majid menegaskan tujuan utama pelatihan ini bukan sekadar pengenalan teknologi. “Guru harus mampu mengintegrasikan coding dan AI ke dalam pembelajaran sehari-hari,” tegasnya. Ia berharap hasil pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas pendidik demi mencetak Generasi Emas 2045. Dengan bekal ini, guru diharapkan bertransformasi dari pengguna teknologi menjadi inovator metode pengajaran.