Pencarian

Bupati Aceh Utara Perkuat Birokrasi dengan Melantik Sekda Definitif demi Percepatan Data Penyintas Banjir

Selasa, 19 Mei 2026 • 14:31:01 WIB
Bupati Aceh Utara Perkuat Birokrasi dengan Melantik Sekda Definitif demi Percepatan Data Penyintas Banjir
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil melantik Dayan Albar sebagai Sekda definitif untuk percepatan pendataan penyintas banjir.

LHOKSUKON — Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menegaskan percepatan pendataan penyintas banjir menjadi prioritas utama setelah melantik Dayan Albar sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) definitif. Pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan "kabinet" untuk memastikan seluruh bantuan dan program bagi korban banjir terakomodasi penuh.

"Pelantikan saudara Dayan Albar sebagai Sekdakab telah melewati proses yang panjang dan tentu ini akan dapat mempercepat pendataan penyintas banjir khususnya dan pelaksanaan program yang telah kita canangkan untuk tahun 2026," kata Bupati di Lhoksukon, Senin.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela pelantikan Dayan Albar sebagai Sekdakab definitif, pejabat eselon II, serta 143 Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Sekdakab Jadi Kunci Koordinasi Bantuan

Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu menjelaskan, Sekdakab merupakan pimpinan tertinggi birokrasi di tingkat kabupaten yang membantu bupati dan wakil bupati. Jabatan ini harus mampu bergerak cepat dan mengoordinasikan seluruh instansi terkait dalam mengimplementasikan program pembangunan, termasuk memastikan seluruh penyintas bencana masuk dalam data penerima bantuan.

Pelantikan ini bukan sekadar rotasi rutin. Di tengah musim banjir yang masih mengancam sejumlah wilayah, data akurat soal korban dan kerusakan menjadi syarat mutlak agar bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi bisa turun tepat sasaran.

Sejumlah Capaian yang Sudah Diraih

Dalam kesempatan yang sama, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi juga memaparkan beberapa capaian pemerintahan. Di antaranya, keberhasilan memperjuangkan 8.094 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPK-PW) serta penyelesaian bendungan irigasi Krueng Pase.

Bendungan tersebut kini mampu mengairi lebih dari 8.922 hektare sawah yang tersebar di sembilan kecamatan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Infrastruktur irigasi ini menjadi vital bagi produktivitas pertanian di kawasan tersebut.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyerahkan bantuan tujuh unit armada ambulans baru yang bersumber dari APBK dan donatur ke puskesmas. Bupati juga menyebut adanya peningkatan kesejahteraan bagi aparatur gampong, guru dayah, dan balai pengajian.

Pengajian Rutin dan Penguatan Peran Forkopimcam

Di sisi lain, Ayah Wa menggalakkan program pengajian rutin di setiap kecamatan sebulan sekali. Kegiatan ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh adat, pemuda, masyarakat, serta aparatur gampong.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga harmoni sosial dan memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat akar rumput. Dengan struktur birokrasi yang solid dan data bencana yang akurat, Pemkab Aceh Utara berharap pemulihan pascabanjir bisa berjalan lebih cepat dan merata.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks