Pencarian

Pasca Banjir Aceh Tamiang, 10.000 Huntap Dibutuhkan untuk Penyintas, Baru 750 Hunian Tersedia

Kamis, 21 Mei 2026 • 13:28:35 WIB
Pasca Banjir Aceh Tamiang, 10.000 Huntap Dibutuhkan untuk Penyintas, Baru 750 Hunian Tersedia
Pemerintah Aceh Tamiang masih kekurangan 9.250 unit hunian tetap untuk penyintas banjir.

KUALA SIMPANG — Selisih antara kebutuhan dan ketersediaan hunian tetap bagi penyintas banjir di Aceh Tamiang masih sangat timpang. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mencatat, sedikitnya 10.000 unit rumah diperlukan untuk memulihkan kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal. Namun, hingga saat ini, baru 750 unit yang masuk tahap pembangunan.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengungkapkan, dari total 750 hunian tetap (huntap) tersebut, sebanyak 500 unit dibangun oleh Yayasan Buddha Tzuchi. Sementara 250 unit lainnya merupakan kontribusi dari Mabes Polri.

“Sisanya masih terus diusahakan baik dari kementerian, perusahaan atau pun lembaga lainnya. Dalam kondisi kesusahan saat ini, kita terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan rumah hunian penyintas banjir,” kata Armia, Rabu (20/5/2026).

Lahan 28 Hektare dari Perusahaan Sawit untuk Huntap

Salah satu titik terang datang dari sektor swasta. PT Minamas Group, perusahaan perkebunan sawit pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di wilayah tersebut, telah menyatakan kesediaannya melepas lahan seluas 28 hektare. Lahan itu akan dijadikan lokasi pembangunan hunian tetap bagi para penyintas.

“Ini langkah konkret dari dunia usaha. Kami harap perusahaan lain bisa mengikuti jejak yang sama,” ujar Armia.

Bantuan Hidup untuk 40.000 KK Masih Menunggu Cair

Di luar persoalan hunian, warga penyintas juga masih menanti bantuan jaminan hidup. Pemerintah kabupaten telah mengusulkan sebanyak 40.515 kepala keluarga atau 143.711 jiwa sebagai penerima Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) melalui Surat Keputusan (SK) By Name By Address (BNBA) Tahap III dan Tahap IV Tahun 2026.

Rinciannya, pada BNBA Tahap III, sebanyak 20.863 KK atau 74.405 jiwa diusulkan menerima Jadup, bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), serta bantuan perabotan rumah tangga. Sementara pada BNBA Tahap IV, jumlah penerima tercatat 19.652 KK atau 69.306 jiwa.

“Bantuannya telah diusulkan ke Kementerian Sosial RI, semoga bisa segera dicairkan sebelum Idul Adha,” harap Armia.

Apa Saja Bentuk Bantuan yang Diusulkan Pemkab Aceh Tamiang?

Bantuan yang diajukan tidak hanya berupa jaminan hidup harian. Pemerintah daerah juga mengusulkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) agar warga bisa memulai kembali kegiatan ekonominya. Selain itu, bantuan isi perabotan rumah tangga juga masuk dalam daftar usulan untuk meringankan beban penyintas yang kehilangan seluruh harta benda saat banjir.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Bantuan?

Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data By Name By Address yang telah diverifikasi oleh pemerintah kabupaten. Data tersebut mencakup 40.515 KK yang tersebar di seluruh kecamatan terdampak banjir di Aceh Tamiang. Penetapan ini menjadi dasar pengajuan ke Kementerian Sosial untuk pencairan dana bantuan.

Kapan Bantuan Jadup Tahap III dan IV Cair?

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menargetkan pencairan bantuan sebelum Hari Raya Idul Adha 2026. Saat ini, usulan masih dalam proses verifikasi di Kementerian Sosial RI. Warga berharap proses administrasi tidak berlarut-larut mengingat kondisi darurat yang masih berlangsung di sejumlah titik pengungsian.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks