Pencarian

Universitas Syiah Kuala Wisuda Lima Dokter Asal Thailand, Bukti Daya Saing Global Kampus di Aceh

Kamis, 21 Mei 2026 • 21:54:14 WIB
Universitas Syiah Kuala Wisuda Lima Dokter Asal Thailand, Bukti Daya Saing Global Kampus di Aceh
Lima dokter asal Thailand resmi diwisuda di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan capaian internasional. Lima mahasiswa asal Thailand berhasil menyelesaikan pendidikan di Program Studi Pendidikan Profesi Dokter dan resmi diwisuda pada hari kedua periode Februari–April 2026, Kamis (21/5). Prosesi berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kota Banda Aceh.

Kelima lulusan internasional tersebut adalah Adli Waeda-oh, Nassarin Chopngam, Areenee Waedo, Maseetoh Heng, dan Rusnee Cheyi. Keberadaan mereka di tengah 794 wisudawan yang hadir pada hari kedua menjadi simbol tersendiri bagi USK. Dari total 1.322 lulusan periode ini, sebanyak 397 orang berhasil meraih predikat cumlaude.

Kepercayaan Global terhadap Pendidikan Kedokteran Aceh

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, menyampaikan apresiasi khusus kepada para lulusan asing tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata daya saing kampus di level global.

"Kehadiran lulusan ini di tengah kita hari ini, menegaskan bahwa USK telah melangkah jauh menjadi kampus yang berdaya saing global. Kami berharap, di mana pun saudara mendedikasikan ilmu kedokteran ini, saudara akan selalu menjaga nama baik almamater serta nama baik Aceh yang telah menjadi rumah kedua bagi saudara selama menempuh pendidikan," ujar Rektor dalam sambutannya.

Dengan tambahan lulusan kali ini, total alumni USK kini mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai belahan dunia. Angka ini menunjukkan jejak institusi yang terus meluas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Rektor Ingatkan Tantangan Ekonomi Global bagi Lulusan Baru

Di hadapan para wisudawan, Rektor USK juga menyoroti situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut melemahnya nilai tukar dan kenaikan biaya hidup sebagai realitas yang akan dihadapi para lulusan.

"Saudara akan memasuki dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Namun, kampus ini tidak hanya membekali saudara dengan keunggulan akademik, tetapi juga empati dan kepedulian sosial. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai ruang lahirnya solusi di tengah masyarakat," kata Mirza.

Ia mendorong agar para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) dan penggerak ekonomi kreatif yang tangguh. Pesan ini disampaikan di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan berbagai sektor.

Pesan Emosional: Jangan Lupakan Jasa Orang Tua

Menutup prosesi wisuda, Rektor memberikan pesan emosional kepada seluruh wisudawan. Ia mengingatkan bahwa semua pengorbanan orang tua tidak akan pernah mampu dibalas sepenuhnya.

"Semua pengorbanan Ayah dan Ibu tidak akan pernah mampu kita balas. Jadikan ilmu yang saudara peroleh ini untuk berbakti dan menjadikan mereka bangga. Keberanian untuk mencoba dan kelapangan hati adalah kunci untuk melangkah di tahap kehidupan selanjutnya," ujar Mirza.

Wisuda ke-169 ini menjadi momentum bagi USK untuk menunjukkan bahwa kampus di daerah mampu bersaing di panggung internasional. Dengan lima dokter baru asal Thailand, nama Aceh kini semakin dikenal di kancah global melalui dunia pendidikan.

Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks