ACEH — Xiaomi mengumumkan varian baru YU7 Standard Edition dalam acara “Human x Car x Home” pada Senin (14/4). Keputusan ini diambil setelah CEO Lei Jun secara blak-blakan mengakui bahwa harga awal YU7 yang hanya lebih murah RMB 10.000 dari Tesla Model Y tidak cukup kompetitif. Kini, selisih harga melebar menjadi RMB 30.000.
Harga dan Jarak Tempuh Jadi Senjata Utama Melawan Tesla
YU7 Standard Edition dibanderol RMB 233.500 (sekitar Rp 374 juta), sementara varian yang sebelumnya menjadi basis kini berganti nama menjadi Long Range Edition. Motor listrik ini menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan satu motor bertenaga 235 kW (315 HP).
Baterai LFP dari CATL dengan platform 752V menjadi sumber tenaga. Bobot kendaraan tercatat 2.200 kg—lebih ringan 115 kg dari varian dasar sebelumnya berkat konfigurasi motor tunggal. Jarak tempuh 643 km berdasarkan standar CLTC, melampaui Model Y RWD yang hanya 593 km.
Fitur Bawaan Setara Varian Mahal, Termasuk ADAS Gratis Seumur Hidup
Meski sebagai varian termurah, YU7 Standard Edition tetap dibekali fitur unggulan. Sistem Smart Chassis 2.0 dengan suspensi udara dan peredam CDC menjadi standar. Platform komputasi NVIDIA DRIVE AGX Thor berkekuatan 700 TOPS, LiDAR, dan radar 4D mm-wave juga sudah terpasang.
Semua fitur bantuan pengemudi—navigasi jalan tol, navigasi perkotaan, dan parkir otomatis—diberikan gratis seumur hidup tanpa biaya berlangganan. Langkah ini menjadi pembeda signifikan dengan Tesla yang menerapkan sistem berbayar untuk fitur serupa.
YU7 GT: 1.003 HP dan Rekor Nürburgring Baru
Bersamaan dengan varian Standard, Xiaomi juga memperkenalkan YU7 GT. SUV performa tinggi ini dibekali motor HyperEngine V8s EVO yang berputar hingga 28.000 rpm, dipadukan dengan motor depan Inovance. Total tenaga mencapai 1.003 PS (sekitar 990 HP).
Akselerasi 0-100 km/jam hanya 2,92 detik dengan kecepatan puncak 300 km/jam. Baterai ternary lithium 101,7 kWh pada platform 897V mendukung pengisian cepat 5,2C. Jarak tempuh mencapai 705 km.
Di sirkuit Nürburgring Nordschleife, YU7 GT dengan Paket Track mencatat waktu 7:22,755—memecahkan rekor SUV sebelumnya milik Audi RS Q8 dengan selisih 14 detik. Tim riset dan pengembangan Xiaomi yang berbasis di Munich disebut bertanggung jawab atas penyetelan sasis selama dua tahun.
YU7 GT dibanderol mulai RMB 389.900 (sekitar Rp 624 juta) dan sudah bisa dipesan di China.
Berapa unit Xiaomi YU7 sudah terjual di China?
YU7 telah terjual 232.000 unit sejak diluncurkan Juni tahun lalu. Secara keseluruhan, Xiaomi telah mengirimkan lebih dari 600.000 unit EV dalam waktu kurang dari dua tahun. Perusahaan menargetkan 550.000 pengiriman pada 2026.
Apakah Xiaomi YU7 Standard Edition akan masuk Indonesia?
Belum ada pernyataan resmi dari Xiaomi Indonesia mengenai rencana impor atau perakitan lokal YU7. Namun, dengan harga yang kompetitif dan jarak tempuh yang unggul, model ini berpotensi menjadi pesaing serius Tesla Model Y jika masuk ke pasar Indonesia.