BANDA ACEH — Kaesang Pangarep tidak asal tunjuk dalam memilih kapten untuk mengarungi panggung politik Aceh. Dalam rapat pimpinan pengurus DPP PSI di Jakarta, Kamis (21/5/2026), pria yang juga putra bungsu Presiden Joko Widodo itu memutuskan T Rival Amiruddin sebagai nahkoda baru PSI Aceh.
Keputusan itu diumumkan di Kantor Pusat PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang. Menurut Kaesang, Aceh bukan daerah biasa. Kekhususan Syariat Islam dan kultur masyarakat yang kuat menuntut pemimpin yang benar-benar paham denyut nadi lokal.
Figur yang Tahu 'Aroma Keringat Rakyat'
Kaesang memberikan alasan yang tidak biasa. Ia tidak sekadar mencari kader yang paham teori, melainkan sosok yang hidup di tengah rakyat.
"Kita bukan mencari seseorang yang hanya faham terhadap persoalan rakyat, namun sosok yang benar-benar hidup bersama rakyat sehingga dia tahu aroma keringat rakyat," kata Kaesang dalam keterangannya kepada wartawan.
Pria yang akrab disapa Mas Kaesang itu menambahkan, keputusan yang diambil nantinya harus benar-benar berpihak kepada warga Aceh. T Rival Amiruddin dinilai memenuhi kriteria tersebut karena dekat dengan kiyai, pusat pendidikan agama, dan masyarakat akar rumput.
Dari Bisnis Transportasi ke Panggung Politik
T Rival Amiruddin bukan wajah baru di dunia usaha Aceh. Ia dikenal sebagai pemilik sekaligus Direktur Utama PO JRG (Jasa Rahayu Gumpueng), perusahaan otobus yang melayani trayek di kawasan barat-selatan Aceh.
Jabatan barunya ini langsung disambut dengan rasa syukur. "Penunjukan langsung dari Ketua Umum PSI merupakan kehormatan tersendiri bagi kami dan juga bagi rakyat Aceh," ujar Rival.
Ia berjanji akan membesarkan PSI dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta menjaga nilai budaya dan religiusitas yang menjadi identitas Tanah Rencong.
Ekonomi Kerakyatan Jadi Prioritas
Kaesang juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi Aceh. Menurutnya, T Rival Amiruddin memiliki pemahaman yang kuat di bidang ini.
"PSI ingin hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas hidup dan penguatan ekonomi rakyat," tambah Kaesang.
Dengan latar belakang pengusaha yang dekat dengan sopir, kernet, dan masyarakat kelas menengah ke bawah, Rival dianggap bisa menerjemahkan kebutuhan warga ke dalam kebijakan partai. "Kami ingin PSI hadir sebagai rumah perjuangan rakyat Aceh," tutup Rival.