Pencarian

Karhutla di Aceh Januari-Juni 2026 Timbulkan Kerugian Rp34,7 Miliar, Nagan Raya Terparah dengan 95 Hektar Lahan Terbakar

Senin, 08 Juni 2026 • 15:30:31 WIB
Karhutla di Aceh Januari-Juni 2026 Timbulkan Kerugian Rp34,7 Miliar, Nagan Raya Terparah dengan 95 Hektar Lahan Terbakar
Karhutla di Nagan Raya menyebabkan 95 hektar lahan terbakar pada Januari-Juni 2026.

BANDA ACEH — Meskipun Kota Lhokseumawe mencatat jumlah kejadian karhutla terbanyak dengan lima titik api, kabupaten dengan dampak luasan lahan terbakar terbesar justru terjadi di Nagan Raya. Daerah di pesisir barat Aceh itu kehilangan sekitar 95 hektar lahan akibat api, menjadikannya wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah sepanjang periode Januari hingga awal Juni 2026.

Data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBA menunjukkan, selain Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat menempati posisi kedua dengan empat kejadian, disusul Aceh Besar dengan tiga kejadian. Sementara itu, Aceh Tengah dan Bener Meriah masing-masing mencatat dua kejadian. Satu kejadian karhutla dilaporkan terjadi di Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Jaya, dan Kota Langsa.

Mengapa Nagan Raya Mendapat Perhatian Khusus?

Luas lahan yang terbakar di Nagan Raya mencapai hampir 40 persen dari total keseluruhan 247 hektar lahan yang hangus di Aceh. Kondisi ini membuat BPBA menempatkan daerah tersebut sebagai prioritas dalam upaya penanganan dan pencegahan karhutla ke depan. Ancaman serupa diperkirakan masih akan berlanjut seiring meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

BPBA mengidentifikasi bahwa lahan gambut, semak belukar, dan kawasan yang rentan kekeringan menjadi titik rawan munculnya api. Potensi titik api dinilai bisa meluas jika tidak segera diantisipasi.

Langkah Antisipasi dan Imbauan untuk Warga

Dalam rangka menekan risiko meluasnya kebakaran, BPBA telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, serta Manggala Agni. Patroli lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman.

“Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko dan dampak karhutla. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar Aceh tetap hijau, aman, dan terhindar dari bencana asap,” demikian imbauan BPBA dalam keterangan resminya.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diminta segera melaporkan ke pihak berwenang setempat. Dengan sinergi seluruh pihak, BPBA berharap kerugian lingkungan, ekonomi, dan sosial akibat karhutla dapat diminimalkan.

Bagikan
Sumber: atjehwatch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks